Andi Arief Bakal Polisikan Balik Henry Yosodiningrat

CNN Indonesia | Selasa, 16/02/2021 16:45 WIB
Seteru antara Henry Yosodiningrat dan Andi Arief berlanjut. Kini Andi akan melaporkan balik Henry tapi tak memakai UU ITE melainkan dugaan ancaman kekerasan. Seteru antara Henry Yosodiningrat dan Andi Arief berlanjut. Kini Andi akan melaporkan balik Henry tapi tak memakai UU ITE melainkan dugaan ancaman kekerasan. (Foto: CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seteru dua politikus, Andi Arief dari Partai Demokrat dan Henry Yosodiningrat dari PDI Perjuangan yang bermula 2019 lalu, masih berlanjut. Kini giliran Kepala Badan Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat, Andi Arief yang berencana melaporkan Henry Yosodiningrat atas dugaan ancaman kekerasan.

Andi, mengklaim sudah berkoordinasi dan berkonsultasi dengan penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum dan Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri untuk memuluskan laporan itu. Menurut dia, penyidik bakal menerima laporan tersebut pada Rabu (17/2) besok.


"Seperti kita tahu, [Henry] mengancam memukul saya di depan anak istri saya. Saya sudah konsultasi ke lantai 15 tadi, siber. Dan lantai 4, pidum (pidana umum)," kata Andi Arief di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (16/2).

Penyidik, lanjut Andi, meminta agar dirinya melengkapi syarat yang diperlukan untuk membuat laporan tersebut. Hanya saja, dia enggan menjabarkan lebih detail berkas kelengkapan tersebut.

Dia pun nantinya bakal melaporkan Henry Yosodiningrat atas pelanggaran aturan terkait dugaan ancaman dengan kekerasan, hingga Undang-undang Perlindungan Anak. Andi, menolak menggunakan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) lantaran belakangan aturan ini sedang berpolemik.

"Saya sih nggak mau menggunakan UU ITE pada Pak Henry Yosodiningrat. Tapi saya lagi konsultasi tindak pidana umum biasa. Jadi mungkin ini karena kalau UU ITE kan lagi kontroversi ini. Saya termasuk orang yang menolak penggunaan UU ITE," ucap dia.

Peristiwa yang sudah lama berlarut ini, menurut Andi, terpaksa dilaporkannya ke polisi lantaran tidak ada sikap positif yang ditunjukkan oleh terlapor.

Ancaman yang diterimanya, sambung dia, cukup serius sehingga patut dipolisikan.

"Besok saya akan buat LPnya," tambah Andi.

Sebagai informasi, kasus ini bermula ketika Rocky Gerung menyebut ada politikus PDIP yang tak paham Pancasila. Tak terima, kader PDIP Henry Yosodiningrat lalu melaporkan Rocky Gerung ke kepolisian. Laporan itu ditolak.

Gusar dengan gelagat Henry, politikus Demokrat Andi Arief menyebut PDIP kini dikuasai faksi otot oleh orang macam Henry Yosodiningrat. Andi mengatakan itu melalui akun pribadi Twitter.

Henry tak tinggal diam. Dia lalu melaporkan Andi ke Bareskrim Polri. Laporan Henry diterima polisi dengan nomor laporan LP/B/1043/XII/2019/BARESKRIM tanggal 11 Desember 2019.

Henry pun sempat mengancam melakukan tindak kekerasan kepada Andi dan keluarganya. Video saat Henry bicara itu disebarkan oleh Andi melalui unggahan di Twitter.

"Saya tidak ahli baku hantam, tapi saya menanti kedatangan Henri Yosodiningrat yang mengancam akan menggebuk saya di depan anak istri. Kabarkan saja jam berapa. Saya tunggu. Saya tidak akan lapor polisi," cuit Andi melalui akun Twitternya pada 10 Desember 2019 lalu.

(mjo/nma)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK