Sepekan PPKM Mikro, Satgas Klaim Kasus dan Pasien RS Turun

CNN Indonesia | Rabu, 17/02/2021 02:18 WIB
Satgas menyebut grafik perkembangan kasus aktif di Indonesia menurun usai pada (5/2) Indonesia sempat berada di puncak kasus aktif tertinggi. Jubir Satgas Covid Wiku Adisasmito. (Biro Setpres/Rusman)
Jakarta, CNN Indonesia --

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mengklaim sepekan masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Jawa-Bali telah membawa sejumlah kabar baik dalam perkembangan kasus virus corona di Indonesia.

Satgas merinci dalam sepekan terakhir terjadi penurunan kasus aktif Covid-19, menurunnya tingkat keterisian tempat tidur di Rumah Sakit (RS), hingga peningkatan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan Covid-19.

"Kasus aktif turun dapat menunjukkan jumlah penularan yang menurun di tengah masyarakat. Dan dibuktikan tingkat kasus tidak banyak bergejala sedang dan berat, sehingga keterisian tempat tidur di RS cenderung mengalami penurunan," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, Selasa (16/2).


Wiku membeberkan kasus aktif harian Covid-19 terus mengalami pelandaian hingga mencapai 159.012 kasus pada (14/2) lalu.

Grafik perkembangan kasus aktif di Indonesia menurutnya terus menurun usai pada (5/2) Indonesia sempat berada di puncak kasus aktif tertinggi selama hampir genap setahun covid-19 melanda tanah air, dengan jumlah 176.672 kasus aktif pada saat itu.

Selain kasus aktif, Wiku juga mengabarkan terjadi penurunan kapasitas tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) ruang isolasi di RS rujukan covid-19 tanah air. Per 13 Februari, BOR rawat inap Covid-19 secara nasional berada di 49,92 persen. Sementara BOR Intensive Care Unit (ICU) berada di 51,48 persen.

"Perkembangan ini terjadi selama periode PPKM Kabupaten/Kota selama empat inggu, serta PPKM Mikro yang baru berjalan satu minggu," jelasnya.

Lebih lanjut, Wiku juga mengaku terjadinya peningkatan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan, khususnya pada saat PPKM Mikro. Melihat temuan itu, Wiku pun yakin beberapa pekan kedepan, perkembangan kasus positif covid-19 di Indonesia akan berjalan serupa alias mengalami penurunan kasus.

Wiku menyebut tingkat kepatuhan masyarakat untuk memakai masker meningkat lebih dari 75 persen pada periode 8-14 Februari. Hal serupa juga terjadi soal peningkatan kepatuhan masyarakat dalam menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

"Mengingat tingkat kepatuhan protokol kesehatan meningkat tajam sejak diberlakukan PPKM Mikro, maka kemungkinan besar angka kasus positif selama beberapa minggu kedepan akan menurun," pungkas Wiku.

Pemerintah diketahui menerapkan PPKM Mikro mulai 9-22 Februari 2021 usai PPKM di sejumlah wilayah Jawa-Bali sejak 11 Januari hingga 8 Februari tak efektif menekan penyebaran virus corona.

PPKM Mikro dua kecamatan

Dari Kota Bandung, dua kecamatan yakni Kecamatan Coblong dan Kecamatan Rancasari menjadi wilayah pertama yang akan menerapkan PPKM Mikro.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna mengatakan Kecamatan Coblong hanya mengajukan dua kelurahan untuk pelaksanaan PPKM Mikro. Sementara Kecamatan Rancasari PPKM Mikro dilaksanakan dalam ruang lingkup RW, namun diajukan untuk keseluruhan kelurahan.

"Coblong dengan dua kelurahannya yaitu Dago dengan Sadangserang. Sedangkan Rancasari mengajukan di semua kelurahan tetapi hanya berlaku di beberapa RW," kata Ema di Bandung, Selasa (16/2).

Lebih jauh Ema menyebutkan, petunjuk pelaksanaan PPKM Mikro sudah dibeberkan dalam Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 5 Tahun 2021 Pedoman Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Mikro dalam Rangka Pencegahan Dan Pengendalian Covid-19.

"Hari ini sedang direspons agar keluar SK wali kota dan mereka sudah paham apa yang harus dilakukan. Dasarnya komitmen dengan pemangku kebijakan di wilayah tersebut," ujarnya.

(khr/hyg/ain)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK