Terawan Buka Suara soal Uji Klinis Fase I Vaksin Nusantara

CNN Indonesia | Rabu, 17/02/2021 11:54 WIB
Mantan Menkes Terawan mengungkap hasil uji klinis I vaksin Nusantara yang ia prakarsai meunjukkan hasil baik dan aman. Mantan Menkes Terawan mengungkap hasil uji klinis I vaksin Nusantara yang ia prakarsai meunjukkan hasil baik dan aman. Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino
Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto yang juga pemrakarsa Vaksin Nusantara buka suara soal hasil uji klinis fase I vaksin covid-19 tersebut.

"Uji klinis I yang selesai dengan hasil baik, imunitas baik dan hasil safety. Kan uji klinis I mengontrol safety dari pasien. Dari 30 pasien imunogenitasnya baik," kata Terawan seperti dikutip dari detikcom, Rabu (17/2).

Terawan mengatakan, pengembangan dan uji klinis vaksin itu merupakan kerjasama antara PT Rama Emerald Multi Sukses (Rama Pharma) bersama AIVITA Biomedical asal Amerika Serikat, Universitas Diponegoro (Undip), dan RSUP dr. Kariadi Semarang.


Ia menjelaskan, vaksin tersebut berasal dari sel dendritik autolog (komponen dari sel darah putih) yang dipaparkan dengan antigen protein S dari Sars-Cov-2.

Sel dendritik yang telah mengenal antigen, kata dia, kemudian akan diinjeksikan ke dalam tubuh kembali. Di dalam tubuh, sel dendritik tersebut akan memicu sel-sel imun lain untuk membentuk sistem pertahanan memori terhadap Sars Cov-2.

"Vaksin berbasis dendritik sel. Dikenalkan dengan antigen Covid- 19 jadi punya memori Covid-19. Proses simpel dengan inkubasi seminggu kemudian jadi vaksin individual dan disuntikkan," kata dia.

Menurut Terawan, konsep vaksinasi yang general diubah menjadi personal cukup penting, karena kondisi komorbid atau penyakit penyerta setiap individu berbeda.

Namun meski konsep vaksinasi personal, ia memastikan produksi massal tetap bisa dilakukan. Ia bahkan menyebut vaksin itu bisa diproduksi hingga 10 juta sebulan.

"Jadi orang pikir tidak bisa produk massal. Bahkan bisa sebulan bisa 10 juta, bisa dilakukan," ucap dia.

Dalam pengembangan vaksin tersebut hingga masuk ke tahap II fase uji klinis, berbagai proses sudah dilalui, yakni dimulai 12 Oktober 2020 dengan penetapan Tim Penelitian Uji Klinis Vaksin Sel Dendritik oleh Kemenkes KMK No. HK.01.07/MENKES/2646/2020.

Lalu pada 23 Desember 2020 hingga 6 Januari 2021 penyuntikan uji klinis fase pertama hingga 11 Januari 2021. Selanjutnya 3 Februari 2021 dilakukan monitoring dan evaluasi.

Lebih lanjut, Terawan belum bisa menargetkan kapan vaksin tersebut bisa siap diedarkan. Ia berharap dengan Vaksin Nusantara, Indonesia bisa sejajar dengan negara lain.

"Ini buatan Indonesia. Kita bisa jadi sejajar dengan negara lain," ujar dia.

(yoa/psp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK