Bendungan Tukul Era SBY, Rachland Sebut Molor karena Jokowi

CNN Indonesia | Rabu, 17/02/2021 13:48 WIB
Elite Demokrat Rachlan Nashidik menyebut proyek Bendungan Tukul yang dimulai era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) seharusnya sudah rampung pada 2017. Presiden Jokowi resmikan bendungan Tukul Pacitan. (Foto: Muchlis - Biro Setpres)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Demokrat Rachland Nashidik mengingatkan soal langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Bendungan Tukul di Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur, pada Minggu (14/2).

Menurutnya, Jokowi merupakan sosok yang membuat proyek pembangunan Bendungan Tukul menjadi mangkrak.


Pasalnya, kata dia, proyek pembangunan Bendungan Tukul yang telah dimulai di era pemerintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) seharusnya sudah rampung pada 2017.

"Dibangun tahun 2013. Target: selesai tahun 2017. 2014 Jokowi masuk Istana. Pembangunan waduk molor, baru kelar 2021. Jokowi menyelamatkan proyek mangkrak? Lha itu pembangunan waduk molor 4 tahun oleh Jokowi!" kata Rachland lewat akun Twitter miliknya, @RachlanNashidik, Rabu (17/2).

Ia kemudian menyebut bahwa fakta tersebut telah mempermalukan para buzzer atau pendengung di media sosial yang sebelumnya telah mendengungkan peresmian Bendungan Tukul itu

"Tukul mempermalukan BuzzeRP," ucapnya.

Sebelumnya, Jokowi meresmikan Bendungan Tukul di Kabupaten Pacitan pada Minggu (14/2). Bendungan tersebut dibangun sejak 2015 dengan biaya Rp 916 miliar.

"Alhamdulilah Bendungan Tukul yang telah dimulai 6 tahun lalu dengan biaya Rp 916 miliar, hari ini sudah selesai dan siap difungsikan," kata Jokowi dalam keterangan pers yang disiarkan di Youtube Sekretariat Presiden, Minggu (14/2).

Jokowi mengatakan bendungan merupakan infrastruktur yang memiliki peran penting untuk mengendalikan banjir, mengairi sawah, dan membantu penyediaan air baku.

Bendungan Tukul sendiri diharapkan Jokowi dapat membantu proses penyediaan air baku 300 liter per detik dengan kapasitas tampung 8,7 juta meter kubik.

"Bendungan ini bisa memberikan manfaat besar ke 600 hektar sawah sehingga meningkatkan indeks pertanaman dari biasanya 1 kali tanam padi dan 1 kali tanam palawija, menjadi 2 kali tanam padi dan 1 kali palawija," kata Jokowi.

(mts/ain)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK