Puting Beliung Kenjeran Berkutat di Pantai, Nelayan Aman

CNN Indonesia | Kamis, 18/02/2021 00:05 WIB
Angin puting beliung di Kenjeran, Surabaya, tak menimbulkan kerusakan atau pun korban jiwa karena hanya berputar 40 menit di lepas pantai. Ilustrasi angin puting beliung. (Foto: iStockphoto/koto_feja)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polsek Kenjeran, Surabaya, mengatakan sejauh ini pusaran angin puting beliung yang sempat muncul di perairan Kenjeran, Rabu (17/2), tak sampai menyebabkan kerusakan atau korban jiwa.

Hal itu dikatakan oleh Kapolsek Kenjeran, Komisaris Polisi Esti Setija Oetami. Ia menyebut pusaran angin itu hanya berada di tengah pantai dan tak mengarah ke pemukiman warga

"Anginnya hanya di tengah pantai, nggak sampai ke rumah warga," kata Esti, saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Rabu (17/2) malam.


Angin itu juga, katanya, tak sampai menerjang perahu nelayan yang ada di bibir pantai karena pusarannya berada di tengah pantai.

Fenomena ini sendiri, kata Esti, muncul pukul 15.10 WIB hingga 15.50 WIB atau sekitar 40 menit sebelum akhirnya berjalan menjauh dan kemudian hilang.

"Enggak sampai ke bibir pantai, perahu-perahu nelayan yang ada di sekitar juga aman. Angin di tengah lalu hilang, cukup lama 40 menitan," ucapnya.

Angin puting beliung di perairan pantai Kenjeran, Surabaya, itu menjadi viral usai terekam melalui video amatir warga dan tersebar di aplikasi percakapan WhatsApp.

Dalam video yang beredar, pusaran angin itu nampak menjulang tinggi dan berputar-putar di atas permukaan perairan pantai. Terlihat juga awan gelap menyelimuti langit di sekelilingnya.

Di dalam video, terdengar juga suara pria yang mengatakan ada peristiwa angin puting beliung. Ia juga terus merekam objek angin puting beliung tersebut.

"Angin, puting beliung, daerah Kenjeran. Daerah Kenjeran angin gede puting beliung," suara pria tersebut.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Tanjung Perak, Surabaya mengaku masih menganalisa dan menghimpun informasi tentang peristiwa itu.

Infografis Beda Tornado, Puting Beliung, WaterspoutInfografis Beda Tornado, Puting Beliung, Waterspout. (Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian)

Namun, Kepala BMKG Tanjung Perak Surabaya, Taufik Hermawan menyebut peristiwa pusaran angin di atas permukaan air itu dikenal sebagai fenomena Waterspout atau Belalai Gajah.

"Waterspot atau Belalai Gajah. Berupa kolom pusaran air yang tertarik maduk ke dasar awan. Sama seperti puting beliung talu di atas permukaan air," kata Taufik.

Ia mengatakan, penyebabnya munculnya waterspout itu, adalah awan Cumulomnibus. Meski demikian kejadian pusaran angin ini disebut berlangsung relatif singkat.

"Hanya awan Cumulomnibus yang dapat menyebabkan fenomena ini. Kejadiannya bersifat lokal dan dalam waktu yang relatif singkat" pungkas dia. 

(frd/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK