Laporan ke-3 Kasus Tanah Dino Patti Djalal Naik ke Penyidikan

CNN Indonesia | Kamis, 18/02/2021 21:47 WIB
Kasus mafia tanah di daerah Cilandak, Jaksel, yang dilaporkan oleh Dino Patti Djalal naik ke tahap penyidikan meski belum ada nama tersangka. Ilustrasi sertifikat tanah. (Foto: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polisi menaikkan laporan ketiga perkara kasus dugaan pemalsuan sertifikat tanah dan bangunan milik ibu mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, ke tahap penyidikan.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan pihaknya sudah melakukan gelar perkara sebelum menaikkan status perkara dari laporan polisi (LP) ketiga yang dilayangkan.

"LP 3, kemarin sudah kami lakukan gelar perkara, hasilnya dari penyelidikan kami tingkatkan ke penyidikan," kata Yusri kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (18/2).


Kenaikan status tersebut mengartikan bahwa kepolisian sudah menemukan dugaan tindak pidana yang terjadi dalam peristiwa yang dilaporkan tersebut.

Yusri merujuk pada kasus yang dilaporkan pada Januari 2021 lalu terkait dengan dugaan perampasan sertifikat tanah berupa balik nama tanpa diketahui korban di wilayah Cilandak, Jakarta Selatan.

Setidaknya, kata Yusri, polisi juga menjerat 11 tersangka dari laporan pertama dan kedua.

"LP pertama di Pondok Pinang sudah 5 tersangka. LP kedua ada 6 tersangka," kata Yusri.

Dalam kasus ini, Dino menduga komplotan pencuri sertifikat tanah melibatkan broker dan notaris bodong. Bahkan, kata Dino, komplotan ini juga menargetkan setidaknya empat rumah lain milik ibunya.

Pertama kali, Dino mengatakan bahwa sertifikat rumah ibunya tersebut telah beralih nama atas nama orang lain. Dia menuding pengacara Fredy Kusnadi sebagai dalang dari pencurian sertifikat tanah tersebut dengan bekal tiga bukti.

Fredy tak tinggal diam atas tudingan tersebut. Ia melaporkan mantan duta besar RI untuk Amerika Serikat itu ke Polda Metro dan Bareskrim Polri atas dugaan pencemaran nama baik.

(mjo/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK