Dua RT di Jatipadang Terendam Banjir, Air Masih Meninggi

CNN Indonesia | Sabtu, 20/02/2021 03:46 WIB
Banjir setinggi lebih dari 1 meter merendam RT 7 RW 10 dan RT 6 RW 2 Kelurahan Jatipadang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (20/2) dini hari. Ilustrasi banjir di Jatipadang, Pasar Minggu, Jaksel. (Foto: CNN Indonesia/Dhio Faiz)
Jakarta, CNN Indonesia --

Banjir merendam wilayah RT 7 RW 10 dan RT 6 RW 2 Kelurahan Jatipadang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (20/2) dini hari. Ketinggian air beragam, mulai sepaha hingga seleher orang dewasa.

Marminah, salah satu warga RT 7, mengatakan tinggi air di rumahnya telah mencapai dada orang dewasa ketika ia mengungsi ke tempat yang lebih tinggi pada pukul 00.00 WIB.

"Kalau keluar sekarang udah enggak keliatan saya (tertutupi banjir)," kata Marminah saat ditemui CNNIndonesia.com di lorong gang sekitar rumahnya, Sabtu (20/2) sekitar pukul 02.00 dini hari.


Ia mengatakan tengah malam tadi warga telah mendapatkan peringatan dari pengeras suara masjid agar segera mengungsi, menyelamatkan barang berharga, dan mematikan listrik.

"Listriknya belum dimatiin, udah kelelep," aku dia.

Berdasarkan informasi dari Marminah, kawasan tersebut memang kerap terendam banjir. Namun, biasanya hanya setinggi mata kaki.

"2016 mulai segenteng, 2004, Januari 2020. Lebih besar ini [banjirnya] ketimbang 2020," kata Marminah.

Sementara itu, warga lainnya, Muhammad Faruk, mengatakan banjir diakibatkan oleh hujan deras dan luapan air sungai di sisi kampung yang merupakan kiriman dari Bogor.

"Luapan kali belakang sekolah Strada," kata Faruk.

Menurutnya, level banjir sudah mencapai siaga 1. Namun, hingga sekitar pukul 02.40 WIB belum ada tim SAR yang terlihat. Aliran listrik PLN juga belum diputus.
Hal ini membuat warga merasa was-was.

Beberapa dari mereka saling mengingatkan soal potensi tersengat aliran listrik.

Menurut laporan warga, hujan mulai turun dengan deras pada pukul 23.30 WIB.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, warga setempat mulai sibuk memindahkan barang-barang seperti alat elektronik dan sepeda motor pada tengah malam.

Beberapa warga juga mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Anak-anak balita dititipkan di rumah-rumah yang lebih tinggi sementara orang tuanya memindahkan perabotan rumah tangga.

Mereka yang rumahnya berada di titik rendah terlihat cemas karena listrik belum dimatikan.

Menurut Faruk, banjir seperti ini baru akan surut pada siang atau sore hari. "Paling baru surut siang atau sore hari," kata dia.

Hingga pukul 02.40 WIB, air terus meninggi. Hujan juga masih mengguyur, kadang disertai petir.

Sebelumnya, BMKG sudah mengingatkan soal potensi hujan deras pada Sabtu (20/2). Namun demikian, belum ada kebijakan yang berdampak signifikan untuk mengantisipasi peringatan-peringatan itu.

(iam/arh)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK