Anies Sebut Limpahan Air Bogor dan Depok Penyebab Banjir DKI

CNN Indonesia | Sabtu, 20/02/2021 12:34 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut penyebab banjir Jakarta adalah limpahan air dari Bogor dan Depok. Gubernur DKI Anies Baswedan menyebut banjir di Jakarta disebabkan limpahan air dari Bogor dan Depok. (Foto: CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut banjir yang terjadi di Jakarta salah satunya disebabkan limpahan air dari Bogor dan Depok.

Banjir diketahui menggenangi sejumlah daerah Jakarta sejak Sabtu (20/2) pagi. Namun, hingga siang, banjir di sejumlah titik tak kunjung surut.

"Satu sisi adalah alirannya limpahan, karena kalau teman- teman lihat di bawah, catatan bahwa air kiriman dari kawasan hulu, dan dari kawasan tengah, kawasan hulu itu kawasan Bogor, kawasan tengah itu kawasan Depok, itu sekarang dalam perjalanan ke Jakarta," jelas Anies di Pintu Air Manggarai, Sabtu (20/2).


"Nah, dalam perjalanan ke Jakarta itu tentu berdampak pada kawasan-kawasan yang ada di sekitarnya," imbuhnya.

Anies sebelumnya telah menargetkan agar banjir Jakarta surut dalam waktu enam jam. Namun begitu, menurut Anies, baik aliran sungai yang surut hingga hujan berhenti harus berjalan bersamaan.

Ia menjelaskan target surut dalam waktu enam jam mulai dihitung setelah air di sungai surut atau setelah hujan berhenti.

"Jadi kita enam jam sesudah airnya surut di sungai, kembali normal, atau enam jam sesudah hujannya berhenti. Nah, yang terjadi adalah hujannya berhenti, tapi aliran dari hulu masih jalan terus. Sehingga di situlah menjadi kendala tersendiri," kata Anies.

BPBD Provinsi DKI Jakarta sebelumnya mencatat, 193 Rukun Tetangga (RT) di Jakarta Selatan, Timur, dan Barat banjir pada Sabtu (20/2) hingga pukul 06.00 WIB, usai hujan merata sejak tengah malam tadi.

Sebanyak 29 RW, terdiri dari 44 RT, terendam di Jakarta Selatan dengan ketinggian 40-150 sentimeter dan terdapat pengungsi sebanyak tujuh kepala keluarga dengan total 19 jiwa.

Sementara di Jakarta Timur, Sabdo menyebut ada 50 RW, terdiri dari 143 RT, terendam dengan ketinggian 40-180 sentimeter, dan 372 KK dengan total 1.361 jiwa sedang mengungsi. Serta di Jakarta Barat sejumlah 4 RW dan 6 RT terendam.

Secara keseluruhan, sebanyak 193 RT dari total 30.470 RT yang terdampak. Dan jumlah pengungsi di seluruh DKI sebanyak 379 KK dengan total 1.380 jiwa.

(dmi/pris)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK