Kerumunan Jokowi di NTT, PKS Singgung Figur Keteladanan

CNN Indonesia | Rabu, 24/02/2021 18:53 WIB
Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera menyebut Jokowi sebagai pemimpin seharusnya bisa menjadi teladan dari pelaksanaan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19. Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera. (CNN Indonesia/Feybien Ramayanti)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS) Mardani Ali Sera menyinggung masalah keteladanan seorang pemimpin saat menyoroti insiden kerumunan yang terjadi dalam kunjungan kerja (kunker) Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (24/2).

Menurutnya, Jokowi sebagai pemimpin seharusnya bisa menjadi teladan dari pelaksanaan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

"Tiap kita wajib jaga protokol kesehatan di masa pandemi. Pemimpin lebih utama lagi untuk menjadi contoh. Pak Jokowi menjadi figur puncak sebagai teladan," kata Mardani kepada wartawan, Selasa (24/).


Dia menyatakan semua pihak harus menjadikan insiden kerumunan yang terjadi dalam kunker Jokowi di NTT sebagai pelajaran. Menurutnya, insiden kerumunan yang timbul dalam kunker Jokowi tersebut bukan pertama yang terjadi selama masa pandemi Covid-19 Indonesia.

Melihat peristiwa yang terus berulang, Mardani menyatakan, pihak Istana dapat melakukan langkah antisipasi.

"Ini bukan yang pertama Pak Jokowi bagi-bagi souvenir atau nasi kotak yang menimbulkan kerumunan. Sebelumnya bagi-bagi nasi kotak, kemarin bagi-bagi souvenir. Jika itu sudah dipersiapkan di mobil, namanya bukan spontanitas," kata Mardani.

Jokowi disambut oleh kerumunan warga saat kunjungan kerja ke NTT, Selasa (23/2). Warga dengan antusias mengerubungi rombongan mobil kepresidenan yang baru tiba di Maumere, Kabupaten Sikka, NTT.

Momen itu terekam dalam sebuah video yang kemudian beredar di media sosial. Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono mengonfirmasi bahwa momen yang direkam video itu terjadi saat kunjungan Jokowi ke NTT.

"Iya," kata Heru lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Selasa (23/2).

Deputi bidang Protokol, Pers dan Media Bey Mahmudin menyebut kerumunan terjadi secara spontan karena warga antusias menyambut kedatangan Jokowi.

"Dan kebetulan mobil yang digunakan Presiden atapnya dapat dibuka, sehingga Presiden dapat menyapa masyarakat, sekaligus mengingatkan penggunaan masker," kata dia.

(mts/ain)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK