Kasus Aktif Covid Turun, Satgas Klaim PPKM Berhasil

CNN Indonesia | Rabu, 24/02/2021 19:10 WIB
Satgas mengklaim PPKM berhasil menekan penularan kasus covid-19 karena jumlah kasus aktif hingga keterisian tempat tidur pasien turun. Satgas mengklaim penerapan PPKM berhasil mengendalikan pandemi covid-19. (Foto: CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mengklaim Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali hingga berskala mikro yang berjalan sejak 11 Januari-22 Februari berhasil mengendalikan pandemi covid-19 di Indonesia.

Parameter itu salah satunya terletak pada penurunan persentase kasus aktif hingga menurunnya tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) rawat inap dan Intensive Care Unit (ICU) di sejumlah Rumah Sakit rujukan pasien terinfeksi virus corona.

"Enam pekan PPKM berjalan kita melihat progres yang sangat baik dan berhasil," kata Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19 Dewi Nur Aisyah dalam acara daring yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, Rabu (24/2).


Dewi membeberkan, rata-rata seluruh provinsi di Jawa-Bali mengalami penurunan persentase kasus aktif sejak akhir PPKM jilid II alias periode 26 Januari-8 Februari. Ia memaparkan DKI Jakarta turun 7,96-3,98 persen dalam transisi PPKM kedua menuju PPKM mikro babak pertama.

Sementara Jawa Barat turun dari 17,54 menjadi 15,38 persen kasus aktif. Disusul Banten yang turun dari 31,35 persen menjadi 22,83 persen; Bali 10,25 persen menjadi 98,persen; kemudian DI Yogyakarta 25,87 menjadi 21,15 persen; Jawa Timur dari 5,23 menjadi 3,20 persen.

Sementara secara keseluruhan, hanya empat dari tujuh provinsi Jawa-Bali yang mengalami penurunan persentase kasus aktif secara konsisten dibandingkan dari masa sebelum PPKM.

"Empat dari tujuh provinsi telah berhasil menurunkan persentase kasus aktif. Jadi kalau kita lihat di sini, empat provinsi yang sudah berhasil itu termasuk DKI Jakarta, ada Banten. Kemudian Yogyakarta juga terlihat penurunan, dan Jawa Timur juga turun," jelasnya.

Sedangkan untuk parameter keberhasilan kedua, Dewi memaparkan BOR RS rujukan covid-19 di tujuh provinsi Jawa-Bali berhasil menurunkan BOR hingga di bawah 70 persen.

Namun demikian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan ambang batas aman BOR RS yakni sebesar 60 persen.

Infografis Beda GeNose, Rapid Antigen dan Swab PCR untuk Tes Covid-19Infografis Beda GeNose, Rapid Antigen dan Swab PCR untuk Tes Covid-19. (Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian)

Rinciannya, DKI Jakarta mengalami penurunan sebanyak 20,35 persen. Disusul Jawa Barat turun 21,09 persen; Banten turun 31,73 persen; Jawa Tengah turun 39,87 persen; Jawa Timur turun 34,01 persen, DI Yogyakarta turun 38,08 persen. Sementara Bali satu-satunya provinsi yang naik dengan kenaikan 10,29 persen.

"Rata-rata terjadi penurunan 24,98 persen dalam enam pekan PPKM berjalan," pungkasnya.

Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang PPKM Mikro di Pulau Jawa-Bali yang kedua sejak 23 Februari-8 Maret mendatang. Keputusan itu termaktub dalam Instruksi Menteri dalam Negeri Nomor 4 Tahun 2021.

Pembatasan mobilitas warga di Pulau Jawa-Bali itu merupakan kebijakan lanjutan dan perpanjangan setelah untuk pertama kali PPKM diterapkan di tujuh provinsi Jawa-Bali sejak 11-25 Januari lalu. Upaya itu dilakukan guna melandaikan sebaran kasus virus corona (Covid-19) di tanah air.

Kemudian dilanjutkan PPKM babak kedua yang berlangsung sejak 26 Januari-8 Februari. Namun selanjutnya pemerintah mengganti kebijakan dengan nama baru yakni PPKM Mikro yang berlaku sejak 9-22 Februari.

(khr/psp)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK