Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas 1.500 Meter ke Barat Daya

CNN Indonesia | Kamis, 25/02/2021 18:24 WIB
Gunung Merapi kembali memuntahkan awan panas pada Kamis (25/2) sore, sementara itu statusnya saat ini masih level III atau waspada. Guguran awan panas Gunung Merapi terlihat dari Kaliurang, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (27/1/2021). (Antara Foto/Hendra Nurdiyansyah)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gunung Merapi yang berada di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali memuntahkan awan panas pada Kamis (25/2).

"Terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi tanggal 25 Februari 2021 pukul 16.52 WIB," kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humauda dalam keterangan tertulis, Kamis (25/2).

Berdasarkan data seismogram, awan panas guguran ini terjadi dengan amplitudo 37 mm dan berdurasi 115 detik.


Tinggi kolom awan panas tidak teramati. Sebab, saat kejadian puncak Gunung Merapi sedang dalam kondisi berkabut.

"Estimasi jarak luncur 1.500 meter ke arah barat daya," ucap Hanik.

Sementara itu, berdasarkan pemantauan pada pukul 06.00 hingga 12.00, teramati empat kali guguran lava dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter ke arah barat daya.

Sampai saat ini, status Gunung Merapi diketahui berada di Level III atau waspada. Dengan status ini, masyarakat diminta untuk tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km.

Sedangkan untuk lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 Km dari puncak.

(dis/pmg)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK