Tokoh OPM Ditolak Masuk Papua Sejak Meninggal 2 Februari

CNN Indonesia | Kamis, 25/02/2021 19:02 WIB
Tokoh OPM Fred Mambasar meninggal dunia di Papua Nugini pada 2 Februari 2021, dan hingga saat ini tidak dibolehkan kembali ke Papua untuk dimakamkan. Ilustrasi. Bendera OPM. (Dok. freewestpapua.org)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jenazah tokoh Organisasi Papua Merdeka (OPM), Fred Mambrasar ditolak masuk ke wilayah Papua usai meninggal dunia di Papua Nugini pada 2 Februari 2021. Jenazah Fred masih tertahan di Port Moresby.

Putra Fred, Yohanis Mambrasar mengatakan pihak keluarga berniat membawa pulang jenazah untuk dapat dimakamkan di kampung halaman. Yohanis mengatakan pihak Kedutaan Besar RI di Papua Nugini tidak mengizinkan Fred untuk dipulangkan.

"Kami keluarga sedang mengurus kepulangannya ke Papua, kami sudah mengurus dokumen-dokumen terkait urusan imigrasi untuk memulangkan jenazahnya," kata Yohanis saat dikonfirmasi, Kamis (25/2).


"Namun upaya dengan berbagai administrasi yang legal ini diabaikan oleh Kedutaan Besar RI di Papua Nugini dengan tidak diizinkan jenazah Fred dibawa ke Papua," ujarnya menambahkan.

Yohanis mengatakan alasan kedutaan menolak lantaran jenazah Fred bukan warga Indonesia. Alasan yang dikemukakan lainnya, Fred juga tidak memiliki kejelasan identitas di Papua Nugini, hingga surat administrasi dari Pemerintah Provinsi Papua tidak ditandatangani oleh pejabat selevel Sekda.

Dia menduga Kedutaan Besar RI di Papua Nugini membatasinya dengan alasan politik.Ini lantaran semasa hidupnya, Fred terlibat dalam gerakan politik perjuangan kemerdekaan Papua Barat di Papua Nugini.

Yohanis berharap agar masalah ini dapat terselesaikan dengan baik dan jenazah Fred dapat dipulangkan ke kampung halamannya. Ia juga mengatakan keluarga memiliki hak untuk mengubur Fred di tanah kelahirannya.

"Memulangkan jenazahnya ke Papua dan menguburkannya di kampung kami adalah hak mutlak kami keluarga," kata Yohanis.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah mengaku tidak mengetahui soal masalah tersebut. Menurutnya, jenazah Fred tertahan karena perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini belum dibuka karena pandemi virus corona (Covid-19).

"Saya tidak ada informasi tersebut. Realitasnya perbatasan masih belum dibuka karena Covid," tutur Teuku saat dikonfirmasi.

(dmi/ain)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK