Eijkman: Corona Inggris Sudah Ada di RI Beberapa Pekan Lalu

CNN Indonesia | Selasa, 02/03/2021 16:43 WIB
Lembaga Eijkman menyatakan mutasi corona Inggris sudah ditemukan di Indonesia beberapa pekan lalu, namun karena berbagai prosedur baru terdeteksi dua kasus. Masyarakat melakukan swab antigen Covid-19, di kawasan jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan. Minggu (14/2/2021). (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Subandrio menyebut mutasi virus corona atau SARS-CoV-2 B117 sudah ditemukan di Indonesia beberapa pekan lalu. Sementara, pemerintah mengaku mulai mendeteksi mutasi virus corona asal Inggris itu sejak Senin (1/3) malam kemarin.

Amin mengatakan pihaknya bersama Kemenristek/BRIN dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan telah bekerjasama sejak tahun lalu untuk menemukan strain baru virus corona yang dinilai dinilai lebih cepat menyebar dan mematikan itu.

"Kasusnya sebenarnya kasus impor yang datang di Indonesia, dan datangnya bukan tadi malam. Datangnya beberapa minggu yang lalu. Karena berbagai prosedur baru terdeteksi ada dua kasus," kata Amin dalam diskusi daring yang disiarkan melalui kanal YouTube mecdomid, Selasa (2/3).


Amin lantas menjelaskan penemuan itu tak lantas hanya menjadi kabar buruk bagi Indonesia, sebab sejauh ini beberapa negara lain sangsi perihal mutasi virus SARS-CoV-2 B117 yang tak kunjung diumumkan terjadi di Indonesia.

Amin pun mengimbau dengan temuan itu, maka seluruh pihak terkait harus terus mengembangkan penelitian virus dengan metode Whole Genome Sequence (WGS). Sebab, menurutnya mutasi virus tersebut mampu mengubah struktur molekulnya, sehingga mampu menyebabkan diagnostik covid-19 lewat tes usap kurang sensitif.

"Mutasi itu bisa bisa berubah struktur molekulnya, sehingga mungkin menyebabkan diagnostik atau PCR itu kurang sensitif, karena yang dicari gen tertentu. Nah, kalau gen nya berubah karena mutasi maka kit yang tersedia sekarang itu belum mengenal," jelasnya.

Lebih lanjut, Amin pun mengaku hingga kini pihaknya terus berupaya menemukan varian corona baru dari berbagai negara termasuk Inggris, Afrika Selatan, hingga Brazil.

"Kami, Kemenristek, dan Litbangkes Kemenkes sudah membentuk satu tim untuk memperkuat dan mencari varian yang baru, tidak hanya yang dari Inggris itu," kata Amin.

Pemerintah resmi mengumumkan telah ditemukannya dua kasus mutasi virus SARS-CoV-2 B117 di Indonesia. Mutasi virus itu diketahui pertama kali ditemukan di Inggris dan kini telah menyebar di lebih dari 33 negara.

Temuan itu pun menjadi catatan baru di tengah momen genap setahun pandemi virus corona menjangkit Indonesia. Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengaku temuan itu bari dilaporkan Senin (1/3) malam kemarin.

(khr/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK