Tersangka Bentrok XTC-Moonraker Jadi 8 Orang, 2 Buron

CNN Indonesia | Selasa, 02/03/2021 18:56 WIB
Tersangka bentrok XRC-Moonraker bertambah dari lima menjadi delapan orang. Sementara dua orang lain masih berstatus DPO. Ilustrasi. Tersangka bentrok geng motor di Bandung Barat bertambah menjadi 8 orang. (Foto: Istockphoto/BrianAJackson)
Bandung, CNN Indonesia --

Jajaran Satreskrim Polres Cimahi telah menetapkan tiga tersangka baru kasus insiden bentrokan geng motor di Desa Nyalindung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.

Dengan demikian, jumlah tersangka dari lima orang kini menjadi delapan orang dan dua lainnya berstatus buron alias DPO.

Kepala Satreskrim Polres Cimahi Ajun Komisaris Yohannes Redhoi Sigiro mengatakan, kedelapan anggota XTC itu sudah ditahan, termasuk pelaku yang menyebabkan korban tewas Muhammad Rahadiansyah (20).


"Setelah diperiksa, hasilnya ada delapan yang ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan. Termasuk pelaku utama yang menusuk korban, sudah diamankan," kata Redhoi di Mapolres Cimahi, Selasa (2/3).

Ia menjelaskan, awalnya jajaran Satreskrim Polres Cimahi sempat mengamankan 15 orang. Namun setelah diperiksa intensif, kedelapan orang itu terbukti ikut menganiaya hingga korban meninggal dunia.

Berdasarkan olah TKP dan penyelidikan, aksi penganiayaan berujung tewasnya MR dilakukan kedelapan orang tersebut. Mereka memiliki peran berbeda-beda.

"Perannya ada yang sebagai penusuk atau pelaku utama. Lalu ada yang menyeret korban ke motor, kemudian menganiaya korban, ada yang menyeret lalu membawa korban ke atas motor sampai korban ditemukan di Padalarang dalam kondisi meninggal dunia," tutur Redhoi.

Dalam kasus ini, Redhoi mengaku pihaknya masih memburu dua orang lainnya. Ia meminta keduanya menyerahkan diri.

"Kita masih melakukan pengembangan untuk mengamankan dua orang pelaku lainnya yang saat masih berstatus DPO," ujarnya.

Dari keterangan saksi mata, Redhoi menyebutkan bahwa pemicu bentrokan dua geng motor tersebut akibat kesalahpahaman setelah diawali saling berpapasan di Cirata.

Saat perjalanan pulang, kelompok bermotor XTC dihadang Moonraker lalu terjadi bentrok.

Dia mengatakan anggota geng motor itu sudah membekali diri dengan senjata tajam. "Untuk senjata memang mereka sudah membawa, termasuk senjata tajam pisau gesper yang dipakai menusuk korban sampai tewas," katanya.

Redhoi menyatakan saat ini pihaknya masih menyelidiki apakah aksi bentrokan tersebut sudah direncanakan atau tidak oleh para tersangka.

"Kita belum sampai situ apakah sudah direncanakan atau belum. Tapi yang jelas kalau untuk senjata tajam sudah mereka persiapkan," ujarnya.

Seperti diketahui, insiden bentrok geng motor XTC dan Moonraker terjadi di Jalan Raya Purwakarta-Padalarang, Minggu (28/2). Akibat bentrokan itu seorang anggota Moonraker tewas dan beberapa orang terluka.

(hyg/psp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK