Kemendikbud Setop Subsidi Kuota PJJ Pengguna di Bawah 1 GB

CNN Indonesia | Rabu, 03/03/2021 19:12 WIB
Kemendikbud menyebut pengguna kuota belajar di bawah 1 GB pada 2020 silam, diasumsikan tidak efektif sehingga tidak akan lagi menerima subsidi kuota. Sekolah daring PJJ di masa pandemi virus corona. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memastikan pengguna kuota belajar pendidikan jarak jauh (PJJ) di bawah 1 giga byte (GB) pada 2020 tak lagi akan menerima subsidi kuota belajar pada April 2021 mendatang.

Pernyataan itu disampaikan Plt. Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi, Hasan Chabibie menyusul hasil evaluasi pemberian kuota selama 2020.

"Nah, hasil ini lah yang kami jadikan bahan untuk yang total penggunaannya di bawah 1 GB tidak kami berikan lagi," kata Hasan dalam jumpa pers daring, Rabu (3/3).


Hasil evaluasi pemberian kuota selama 2020 mencatat banyak penggunaan kuota belajar jarak jauh di bawah 1 GB. Namun, ia tak menyebutkan jumlah tersebut.

Menurut Hasan, jumlah penggunaan kuota belajar jarak jauh di bawah 1 GB tidak efektif. Sementara untuk penggunaan kuota di atas itu, pihaknya mengasumsikan data internet efektif terpakai.

"Jadi yang tidak efektif pemakaiannya yang di bawah 1 GB, artinya kalau dia kepakai 2 GB, 3 GB, kita asumsikan itu juga terpakai," katanya.

Sementara itu, Hasan mengimbau agar masing-masing satuan pendidikan maupun perguruan tinggi untuk segera memperbarui data penerima kuota belajar jarak jauh 2021. Pembaruan data dilakukan agar penerima bisa menerima data pada April mendatang.

Dalam pembaruan data, penerima kuota tidak dibebani syarat-syarat lain.

"Selama mereka terdaftar di Dapodik, memiliki NISN, NIDN untuk dosen dan ponsel aktif ini tentu menjadi sesuatu yang mudah untuk kita identifikasi," ucapnya.

"Tentu diharapkan segera meng-update, siapa tahu ada yang nomornya berubah, nomornya geser sekali lagi sehingga kemudian ini bisa lebih cepat dieksekusi," imbuh Hasan.

(thr/wis)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK