KLHK Target Restorasi Gambut 1,2 Juta Hektar Hingga 2024

CNN Indonesia
Kamis, 04 Mar 2021 04:36 WIB
Setiap tahunnya KLHK menargerkan mampu merestorasi 300 ribu hektare laham gambut guna melindungi ekosistem dan mengurangi emisi. Setiap tahunnya KLHK menargerkan mampu merestorasi 300 ribu hektare laham gambut guna melindungi ekosistem dan mengurangi emisi. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Planologi kehutanan dan Tata Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Ruandha Agung Sugardiman mengatakan kementeriannya bakal merestorasi gambut seluas 1,2 juta hektar hingga 2024 mendatang.

Target itu dipatok sebagai bentuk komitmen KLHK melindungi ekosistem gambut dan mengurangi emisi.

"Ini langkah nyata yang harus kita lakukan ke depan sehingga itu adalah menjaga komitmen internasional Indonesia untuk mencapai target emisi kita," kata Ruandha kepada media secara daring, Rabu (3/3).


"Kita lakukan restorasi gambut selama empat tahun sampai 2024 nanti, seluas 1,2 juta," imbuh dia lagi.

Ruandha memperkirakan ada kurang lebih 300 ribu hektare yang akan direstorasi setiap tahunnya.

Selain itu, KLHK juga akan melakukan restorasi mangrove di sembilan provinsi. Total luas lahan yang akan direstorasi yaitu 600 ribu hektar. Sementara itu target pada 2021 ini, kata Ruandha sebanyak 83 ribu hektar yang akan direstorasi.

"2021 ini sudah secara nyata ada anggarannya 83 ribu hektar," ucap dia.

Selain itu, upaya lain KLHK adalah penegakan hukum dan pengawasan. Untuk upaya penegakan hukum Ruandha mencontohkan salah satunya melalui tindak lanjut penanganan pengaduan.

Sementara dari segi pengawasan, timnya bakal mencermati ketaatan para pemegang izin mematuhi regulasi. KLHK menurutnya tak ragu menjatuhkan sanksi administratif bagi pihak yang melanggar aturan.

Kemudian, lanjut dia, operasi pengamanan, pembalakan, dan pemulihan juga bakal dilakukan demi menekan deforestasi di lapangan.

Pada 2020 lalu, Ketua Badan Restorasi Gambut (BRG) Nazir Foead mengatakan butuh bertahun-tahun untuk memulihkan lahan gambut yang terpapar Karhutla.

"Kalau kerusakannya sudah parah, pengalaman di Amerika saja itu 30 tahun saja belum selesai, masih berjalan terus. Yang di Jepang butuh 10 tahun dan belum selesai juga," kata dia di kawasan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (29/1) tahun lalu.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru berusaha memadamkan bara api yang kembali membakar lahan gambut di Pekanbaru, Riau, Jumat (4/10/2019). Kencangnya angin dilokasi lahan yang terbakar membuat api dengan cepat meluas, sehingga menghanguskan sedikitnya 30 hektar lahan gambut dikawasan tersebut. ANTARA FOTO/Rony Muharrman/pd.Ilustrasi. Petugas BPBD Kota Pekanbaru memadamkan bara api yang kembali membakar lahan gambut di Pekanbaru, Riau, Jumat (4/10/2019). (ANTARA FOTO/Rony Muharrman)

Diketahui, Indonesia beberapa kali mengalami kebakaran hutan dan lahan. Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengatakan tahun 2020 Karhutla melalap 269.777 hektare gambut.

Sementara Karhutla pada 2019 melahap 529.266 hektare. Sedangkan pada 2017, Karhutla terjadi pada lahan seluas 165.483 hektare.

Infografis Fakta Satwa yang Terancam Kabut Asap KarhutlaInfografis Fakta Satwa yang Terancam Kabut Asap Karhutla. (CNNIndonesia/Basith Subastian)
(yla/nma)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER