Kronologi Polisi Dibacok Geng Motor di Menteng

CNN Indonesia | Kamis, 04/03/2021 09:16 WIB
Polisi yang dibacok berhasil merebut dan mengamankan senjata tajam, setelahnya para pelaku langsung melarikan diri. Ilustrasi pembacokan. (Istockphoto/ Zoka74)
Jakarta, CNN Indonesia --

Personel Polsek Menteng menjadi korban pembacokan anggota Geng motor Enjoi MBR di Menteng pada minggu (28/2) dini hari. Peristiwa itu terjadi saat sang polisi berpatroli dan melihat geng motor hendak buat ribut karena saling tantang di media sosial.

Kapolsek Metro Menteng, AKBP Iver Son Manossoh mengatakan geng motor itu tiba di daerah Menteng, Jakarta Pusat pada Minggu (28/2) sekitar pukul 04.30 WIB.

"Setelah sebelumnya mereka janjian di medsos, mancing-macing lah, kirim video ajakan untuk aksi. Enggak berapa lama, datanglah mereka ke wilayah Menteng RW 03," kata Iver kepada wartawan, Kamis (4/3).


Saat berada di sekitar Jalan Proklamasi, geng motor itu mulai berulah dengan cara memukul-mukul tiang listrik. Kata Iver, ketika juga sudah sempat terjadi aksi pelemparan batu.

Di saat yang bersamaan, anggota Polsek Menteng sedang melakukan patroli rutin yang tujuannya untuk mencegah aksi tawuran. Anggota kemudian mendapat laporan dari warga ihwal keributan yang dibuat oleh geng motor itu.

Kata Iver, korban bersama anggota yang lain langsung mencoba melerai geng motor tersebut. Saat itu, pelaku RD juga tengah memengah senjata tajam berupa celurit. Iver menuturkan saat aparat tiba, geng motor itu mencoba untuk melarikan diri. Namun, mereka tak punya pilihan lain, selain melaju ke arah petugas.

"Jadi dia karena pengen lolos, dia dengan kecepatan tinggi ke arah pak Dwi (korban). Nah pak Dwi itu sebetulnya mengamankan senjata tajam yg dibawa oleh si RD ini," tutur Iver.

"Si pelaku sempat oleng motornya karena menghindari aparat, jatuhlah dia. Jatuh, terjadi rebut-rebutan senjata tajam. Nah pada saat itulah pak dwi terluka," imbuhnya.

Meski terluka, namun korban berhasil merebut dan mengamankan senjata tajam tersebut. Setelahnya, pelaku pun langsung melarikan diri.

Di sisi lain, Iver menyampaikan bahwa geng motor itu memang kerap mencari musuh dan mengunggah video aksi kekerasannya di media sosial. Motifnya ingin dianggap jagoan.

Diungkapkan Iver, geng motor itu diketahui juga mengubah nama akun Instagram menjadi 'Di Balik Layar 86' untuk menghindari pemantauan aparat kepolisian. Sejauh ini, pengikut akun tersebut tercatat sebanyak 2.244 orang.

"Intinya mereka melukai, jadi ada kebanggaan lah. Nah setelah itu video dikirim di situ (media sosial). Kejadian yang mencekam itu mereka senang upload di situ. Jadi dia makin bangga kalau video kekerasan diposting di situ. Mereka (merasa) jagoan lah gitu," ujarnya.

Lebih lanjut, kata Iver, geng motor Enjoi MBR itu bermarkas di sebuah gudang tua, Muara Baru, Jakarta Utara. Di lokasi itu, mereka kerap berkumpul dan mabuk-mabukan sebelum mencari lawan untuk diajak tawuran.

"Ada suatu gudang tua. Nah itu tempat mangkal mereka. Miras kadang-kadang, mabuk," kata Iver.

(dis/ain)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK