Satgas Duga Puncak Pertama Covid di Indonesia Terjadi Januari

CNN Indonesia | Kamis, 04/03/2021 11:44 WIB
Satgas mengklaim kemungkinan Indonesia sudah melalui puncak pertama gelombang covid-19. Sejumlah epidemiolog menyangsikan. Ilustrasi. Penanganan pandemi covid-19 di Indonesia. (Foto:Tim Pendamping Pemakaman BPBD Kulon Progo)
Jakarta, CNN Indonesia --

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mengungkap kemungkinan bahwa gelombang pertama virus corona di Indonesia sudah terjadi sejak Januari lalu.

Pada 30 Januari lalu, kasus baru covid terjadi lebih dari 14 ribu kasus dalam sehari.

"Kalau kita lihat kemarin 14 ribu angka tertinggi, sekarang mulai turun beberapa minggu ini. Ini kan kita mencoba terus menurunkan, jika kita berhasil menurunkan maka 14 ribu itu adalah puncak gelombang pertama," kata Anggota Bidang Tracking Satgas Penanganan Covid-19 Masdalina Pane saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (4/3).


Masdalina menjelaskan, berdasarkan acuan Badan Kesehatan Dunia (WHO), sebuah negara dikatakan telah mencapai puncak gelombang pertama pandemi jika mereka berhasil menurunkan kasus secara konsisten selama 3-5 pekan. Dengan catatan penurunan kasus itu jumlahnya harus setengah dari jumlah kasus tertinggi.

Ia lantas mencontohkan perkembangan kasus di Indonesia. Masdalina mengatakan, perkembangan kasus Covid-19 Indonesia mulai konsisten menghasilkan 7 ribu kasus sehari selama 3-5 pekan maka Indonesia dikatakan telah mencapai gelombang pertama.

Kemudian bila ada lonjakan setelahnya, maka Indonesia dapat dikatakan mulai memasuki gelombang kedua pandemi virus corona. Namun keseluruhannya harus benar-benar mengalami konsistensi kasus tanpa pengecualian.

"Minimal 5 minggu, kalau WHO 3 minggu penurunan setengah dari puncak tertinggi, maka angka di bawah 7 ribu harus berlangsung 3 minggu dan 2 minggu selanjutnya. Kalau kemudian diantaranya muncul 8 atau 9 ribu kasus, maka itu tidak puncak tertinggi," jelasnya.

Bila diamati perkembangan kasus covid-19 di Indonesia masih fluktuatif. Dapat dilihat setelah penambahan kasus tertinggi pada 30 Januari lalu, penambahan kasus masih konsisten di atas 10 ribu hingga 7 Februari. Kemudian 8-15 Februari penambahan kasus rata-rata berada di 8.200 kasus.

Kasus baru kembali mengalami perkembangan di bawah 10 ribu kasus dalam periode 23 Februari-3 Maret, bila dijumlahkan rata-rata penambahan kasus yang dihasilkan berada di 7.222 kasus.

Adapun gelombang pertama covid-19 di Indonesia hingga saat ini belum diumumkan, sementara beberapa negara sudah melewati gelombang pertama dan kedua, dan bahkan mulai memasuki gelombang ketiga virus corona.

Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia Adib Khumaidi pun sempat mengatakan bahwa gelombang pertama covid-19 di Indonesia belum terlewati meski kasus covid-19 belakangan melandai.

Senada, epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menilai fluktuasi kasus virus corona di Indonesia belum bisa dikatakan puncak. Sebab, Dicky menggambarkan sebaran kasus Covid-19 di Indonesia tak ubahnya seperti puncak gunung es. Artinya, publikasi yang selama ini diumumkan pemerintah tidak menjangkau kasus-kasus lain yang belum teridentifikasi.

(khr/ain)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK