DPR Minta Publik Tak Salah Tafsir Seruan Benci Produk Asing

CNN Indonesia | Kamis, 04/03/2021 18:53 WIB
Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin meminta masyarakat tak salah mengartikan seruan Jokowi soal benci produk luar negeri. Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin meminta masyarakat tak salah mengartikan seruan Presiden Jokowi membenci produk luar negeri. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin meminta masyarakat tak salah mengartikan seruan Presiden Joko Widodo (Jokowi) membenci produk luar negeri alias asing. Azis menyebut masyarakat masih bisa membeli produk impor sesuai kebutuhan.

"Kita bantu mengembangkan produk dalam negeri, konsumsi produk dalam negeri. Produk impor cukup sesuai kebutuhan saja, mari majukan bangsa dengan mencintai produk-produk karya anak bangsa," kata Azis dalam keterangan tertulisnya, Kamis (4/3).

Azis mengatakan seruan Jokowi tersebut harus sinergis dengan upaya pemerintah dalam mendukung para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dari sisi permodalan dan pendampingan strategi pemasaran.


Azis mengatakan pelaku UMKM yang paling terdampak selama pandemi virus corona (Covid-19). Politikus Golkar itu mendorong agar UMKM mendapatkan perhatian khusus dan kemudahan dari pemerintah, di antaranya dalam mendirikan perseroan terbatas (PT) berbadan hukum.

"Pemerintah serta Forkompinda harus dapat sinergis untuk mempermudah memberikan izin bagi para pelaku UMKM di berbagai daerah, sehingga seruan Presiden Jokowi dapat diterapkan sampai tingkat paling bawah di daerah terpencil," ujarnya.

Seruan Jokowi Simbolis

Sementara Ketua Komisi VI DPR, Faisol Riza menyatakan seruan Jokowi tersebut agar seluruh masyarakat Indonesia memberikan perhatian besar kepada produk-produk dalam negeri. Terutama produk tandingan melawan produk-produk asing yang menguasai pasar nasional.

Salah satu contohnya yakni produk tekstil. Menurut Faisol, dalam kategori ini, produk-produk asing telah menguasai pasar dalam negeri. Menurutnya, Jokowi ingin masyarakat memberikan tempat bagi produk dalam negeri di pasar nasional.

"Menguasai kue pasar nasional kita. Kira-kira itu konteksnya. Jadi bahasa beliau, jangan berikan tempat strategis juga di mal, pasar modern, display produk-produk asing," ujar Faisol.

Di sisi lain, ia menilai pernyataan Jokowi itu lebih bermakna simbolis karena banyak masyarakat sudah terlalu manja dengan produk-produk asing dan sudah hampir tidak melirik lagi produk dalam negeri.

"Oleh karena itu, pesan ini menurut saya beliau sampaikan lebih khusus lagi ke Mendag dan Menko yang kebetulan mendampingi beliau," katanya.

Menurut Faisol, Menteri Perdagangan Muhammad Luthfi dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto harus bisa menangkap pesan Jokowi tersebut agar segera menciptakan atau merevisi regulasi di masing-masing sektor ini.

"Disesuaikan dengan harapan beliau agar produk dalam negeri kita benar-benar mendapatkan tempat yang semestinya dalam pasar nasional kita. Jadi bukan sekadar bentuk produk, tapi regulasi, ekosistem," katanya.

Jokowi sebelumnya mengajak masyarakat Indonesia untuk membenci produk luar negeri. Ia meminta masyarakat untuk mencintai produk lokal.

"Produk-produk dalam negeri gaungkan, gaungkan juga benci produk-produk luar negeri. Bukan hanya cinta, tapi benci. Cinta barang kita, benci produk luar negeri," ucap Jokowi dalam Peresmian Pembukaan Rapat Kerja Nasional Kementerian Perdagangan Tahun 2021, Kamis (4/3).

Jokowi berharap masyarakat bisa menjadi konsumen yang loyal untuk produk-produk dalam negeri. Dengan begitu, penjualan dari produsen lokal bisa meningkat ke depannya.

(dmi/fra)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK