Tradisi Keraton Terdampak Pandemi, Abdi Dalem Berharap Vaksin

CNN Indonesia | Kamis, 04/03/2021 17:34 WIB
Para abdi dalem Keraton Yogyakkarta berharap mendapat vaksin Covid-19 lantaran banyak tradisi keraton yang mengalah kepada pandemi. Ilustrasi abdi dalem Keraton Yogyakarta. (Foto: Antara Foto/Andreas Fitri Atmoko)
Yogyakarta, CNN Indonesia --

Keraton Yogyakarta berharap program vaksinasi Covid-19 menjangkau para abdi dalem di lingkungan kerajaan agar aktivitas keraton bisa kembali seperti sedia kala.

"Sangat diharapkan abdi dalem keraton mendapatkan vaksinasi," ujar Wakil Penghageng Parentah Hageng Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, KPH Yudhahadiningrat, saat dikonfirmasi, Kamis (4/3).

Parentah Hageng adalah departemen di Keraton Yogyakarta yang bertanggungjawab terhadap segala hal berkaitan dengan abdi dalem.


KPH Yudhahadiningrat yang akrab disapa Romo Nur menjelaskan vaksinasi sangat didambakan lantaran sederet tradisi keraton harus dan sudah mengalah terhadap pandemi Covid-19.

Sebut saja Hajad Dalem Grebeg Syawal diselenggarakan tanpa arak-arakan gunungan hasil bumi. Namun diganti dengan pembagian ubarampe atau kelengkapan gunungan berupa 2.700 tangkai rengginang saja.

"[Gunungan] sudah enggak ada sekarang karena itu kerumunan. Diganti, tetap ada tapi hanya diganti di dalam keraton dan hanya untuk para abdi dalem. Sangat terbatas, tidak untuk masyarakat umum lagi," bebernya.

Belum lagi serangkaian agenda ke depan yang terancam berubah format pula karena harus mematuhi protokol kesehatan. Semisal, Hajad Dalem Labuhan atau Hajad Dalem Yasa Peksi Burak. Sementara, tidak sedikit abdi dalem yang terlibat dalam sederet kegiatan ini.

Kemudian masih ada pentas harian di Bangsal Srimanganti yang biasanya dihadiri masyarakat umum dari desa, harus ditiadakan selama pandemi Covid-19.

"Hal-hal semacam itulah sehingga kami mendambakan dan mengharapkan vaksin itu sampai ke keraton," ucap Romo Nur.

Romo Nur menjelaskan sejauh ini para abdi dalem yang masuk kelompok prioritas belum menerima suntikan vaksin. Seperti para abdi dalem kategori lanjut usia maupun mereka yang berkutat pada pariwisata keraton.

Potensi penyebaran Corona bagi para abdi dalem masih ada, seiring kebijakan untuk tak menutup kunjungan wisatawan ke keraton.

"Tapi, keraton tidak melayani wisatawan yang rombongan. Jadi, paling tidak melayani yang naik bus kecil, yang hanya muat sepuluh orang," pungkasnya.

PPKM Mikro Lawan Mutasi

Terpisah, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X berharap pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro efektif menghadapi varian baru SARS-CoV-2 dari Inggris B 117.

"Saya tidak tahu persisnya [soal varian baru Corona] seperti apa, terus pola penularannya seperti apa. Semoga tidak mudah menular biar pun ada," kata dia di Kompleks Kepatihan di Yogyakarta, Rabu (3/3) dikutip dari Antara.

Meski demikian, Sultan optimistis dengan memberlakukan PPKM mikro efektif menurunkan kasus Covid-19 di DIY.

Infografis Daftar Warga Disuntik Vaksin Covid Tahap DuaInfografis Daftar Warga Disuntik Vaksin Covid Tahap Dua. (Foto: CNN Indonesia/Fajrian)

"Dalam arti kalau dengan PPKM ini publik kita sekat di RT/RW ternyata turunnya juga besar, se-Jawa-Bali turunnya juga besar," kata dia.

Oleh sebab itu, ia berharap hingga dua pekan ke depan PPKM mikro di DIY dapat dilanjutkan hingga tuntas sehingga tidak kembali terjadi lonjakan kasus COVID-19 di wilayahnya.

"Jangan sampai nanti punya ruang untuk timbul lagi," kata Raja Keraton Yogyakarta ini.

Sebelumnya, varian baru corona penyebab Covid-19, B 117, asal Inggris ditemukan di Indonesia pada pemeriksaan dua sampel virus dua warga Karawang yang berprofesi sebagai pekerja migran Indonesia atau TKI pada Senin (1/3) malam.

(kum/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK