Polisi Akan Gunakan Drone Awasi Kemacetan dan Demo Rusuh

CNN Indonesia | Rabu, 17/03/2021 13:28 WIB
Drone polisi akan digunakan untuk memantau kemacetan lalu lintas di Jakarta hingga memotret orang-orang yang bertindak kriminal saat demo. Petugas menggunakan drone (pesawat tanpa awak) untuk menyemprotkan cairan disinfektan di halaman Kantor Pusat BNI, Jakarta, Jumat (20/3/2020). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya bakal mulai melakukan uji coba penggunaan drone atau pesawat tanpa awak untuk memantau kemacetan lalu lintas di Jakarta. Drone juga bakal dipakai untuk mengamati kerusuhan saat demo.

"Drone ini bukan ETLE tapi dia CCTV yang surveillance. Artinya dengan drone itu kita bisa mengamati situasi lalu lintas bila terjadi kemacetan yang cukup panjang misalnya ada unjuk rasa, kecelakaan, perbaikan jalan seberapa panjang kemacetan terjadi, ruas jalan mana saja padat nanti bisa terpantau oleh drone itu," tutur Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo kepada wartawan, Rabu (17/3).

Sambodo menyampaikan drone tersebut nantinya juga digunakan untuk melihat jika ada demonstrasi berujung kericuhan. Dengan penggunaan drone itu, lanjutnya, polisi bisa memotret orang-orang yang melakukan kerusuhan.


Sejauh ini, kata Sambodo, sudah ada dua unit drone yang akan diujicobakan di wilayah Jakarta.

"Jadi drone itu bisa meng-capture orang-orang, bisa nge-zoom orang-orang yang melakukan tindakan-tindakan anarkis sehingga nanti dari situ kita bisa ketahui identitasnya," ucap Sambodo.

Di sisi lain, Sambodo menuturkan Ditlantas Polda Metro Jaya juga akan merilis 98 titik kamera tilang elektronik (ETLE). Rinciannya, 57 kamera telah terpasang dan 41 kamera lainnya merupakan tambahan.

Tambahan kamera itu, kata Sambodo, terpasang di 10 koridor Transjakarta hingga ruas tol di Bekasi dan Depok.

Tak hanya itu, Ditlantas Polda Metro Jaya juga akan meluncurkan 30 unit ETLE mobile. Berbeda dengan sebelumnya, ETLE mobile ini dapat memantau situasi secara mobile.

"Di mana kamera itu bisa berpindah, di antaranya menggunakan helmet cam, kemudian dase camp atau kamera di dasbord mobil patroli dan juga body cam," ujar Sambodo.

(dis/pmg)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK