Pakar Sangsi Sikap Jokowi Sama soal 3 Periode Usai Amandemen

CNN Indonesia
Sabtu, 20 Mar 2021 11:38 WIB
Pakar menduga sikap Jokowi soal presiden 3 periode bisa saja berubah jika memang ada amandemen yang memutuskan perpanjangan masa jabatan presiden. Presiden Joko Widodo. (Foto: Biro Pers Setpres)
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur Pusat Studi Konstitusi (Pusako) Universitas Andalas Feri Amsari menyangsikan sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal masa jabatan presiden tiga periode masih akan sama jika Undang-undang Dasar 1945 diamandemen.

Sebelumnya Jokowi mengatakan tak berniat memperpanjang masa jabatan. Dia memastikan akan tunduk pada konstitusi yang mengamanatkan dua periode. Pernyataan itu diulang setiap kali isu masa jabatan presiden 3 periode mencuat.


Menurut Feri, Jokowi saat ini menolak jabatan tiga periode karena merujuk Undang-undang Dasar 1945. Tapi jika nantinya bakal ada amandemen UUD 1945 soal masa jabatan presiden, dia pun jadi mempertanyakan lagi bagaimana sikap Jokowi kelak.

Sementara itu kini diketahui, ada gerakan dari sejumlah politisi untuk mengamandemen konstitusi tersebut.

"Kalau kita garisbawahi, bagaimana kalau konstitusi berubah jadi tiga periode atau lebih? Tentu pernyataan Pak Jokowi akan berbeda lagi karena dia menggunakan sandaran soal konstitusi," kata Feri dalam diskusi daring, Kamis (18/3).

Feri berkata, setiap presiden pasti tergoda untuk memperpanjang masa jabatan. Ia memberi contoh Presiden Sukarno yang menjabat hingga total 21 tahun di era awal kemerdekaan.

Kemudian ada Presiden Soeharto yang menjabat 32 tahun. Soeharto selalu terpilih sesuai aturan di UUD 1945 lewat mekanisme di MPR.

Menurutnya, tak tertutup kemungkinan Jokowi bisa tergoda hal yang sama. Apalagi ada geliat untuk mengamandemen UUD 1945 di kalangan aktor politik.

"Ada korelasi ke arah situ antara ucapan Presiden Jokowi dengan beberapa ahli politik, ditambah dengan gerakan-gerakan MPR sepanjang 2017, 2018, 2019. Bahkan, 2019 ada panitia adhoc saat itu untuk mengkaji perubahan UUD," klaim dia.

CNNIndonesia.com telah berupaya menghubungi Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman dan Deputi V KSP Jaleswari Pramodhawardani terkait pernyataan Feri.

Meski begitu, keduanya belum merespons permintaan wawancara yang kami layangkan hingga berita ini dibuat.

Wacana masa jabatan presiden tiga periode kembali jadi sorotan publik usai pernyataan mantan Ketua MPR RI Amien Rais. Dia menuding pemerintah sedang merencanakan penambahan masa jabatan presiden.

Menurutnya, hal itu terlihat jelas dari upaya pemerintah untuk mengamankan semua lembaga. Namun, Amien tak mengungkap sumber dan bukti dari klaim tersebut.

Sementara itu, Jokowi membantah pernyataan Amien. Ia menegaskan tak berminat menambah masa jabatannya sebagai presiden.

"Saya tegaskan, saya tidak ada niat. Tidak berminat juga menjadi presiden tiga periode. Konstitusi mengamanatkan dua periode. Itu yang harus kita jaga bersama-sama," ungkap Jokowi, Senin (15/3).

Isu presiden tiga periode ini bukan kali pertama mengemuka, sebelumnya wacana ini muncul pada medio akhir 2019 lalu.

(dhf/nma)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER