Punya 52 Blank Spot Internet, Lebak Kaji Belajar Tatap Muka

ynd, CNN Indonesia | Sabtu, 20/03/2021 00:11 WIB
Bupati Lebak Iti Octavia mengkaji pembukaan sekolah dengan alasan banyaknya daerah yang tak terjangkau sinyal internet untuk belajar daring. Ilustrasi hambatan sinyal dalam pembelajaran jarak jauh. (Foto: ANTARA FOTO/ANIS EFIZUDIN)
Serang, CNN Indonesia --

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengkaji pembukaan sekolah di tengah pandemi Covid-19 lantaran ada 52 titik kosong atau blank spot sinyal internet di daerahnya.

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menargetkan bisa menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada Juli 2021. Pemerintah daerah (Pemda) pun mulai mempersiapkannya, mulai dari menjaga jarak, tempat mencuci tangan, hingga pemakaian masker.

"Kita juga tidak menutup kemungkinan akan melakukan tatap muka, akan kita evakuasi mana saja yang zona hijau, yang bisa dilakukan tatap muka. Ada komitmen bersama, bersama sekolah, wali murid dan orang tua," kata Iti, Jumat (19/3).


Selama satu tahun Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), kata dia, siswa di Kabupaten Lebak mengalami kendala. Pasalnya, ada 52 titik yang tidak terdapat jaringan seluler maupun internet.

Solusinya, para guru harus berkeliling ke rumah para siswa untuk memberikan materi, tugas, dan mengumpulkan pekerjaan rumah (PR). Sedangkan kondisi di Kabupaten Lebak berbukit, berhubung dan terbelah sungai.

Geografis dan akses yang tak sebagus di perkotaan, ujarnya, menjadi tantangan tersendiri bagi para guru selama satu tahun PJJ.

"Dengan pembelajaran daring ini, kabupaten Lebak memiliki 52 titik blank spot, tentunya para tenaga pendidik kami yang harus mendatangu rumah anak didik kami. Kalau mendatangi rumah, tentu memakan waktu banyak," terang Iti.

Iti mengaku sudah berkomunikasi dengan pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk penyediaan menara atau tower jaringan seluler dan internet. Namun, itu belum terealisasi.

Bupati Lebak juga khawatir banyak siswa di wilayahnya putus sekolah jika terlalu lama PJJ. Karena ada saja siswa yang tidak memiliki smartphone dan kesulitan mengakses jaringan seluler maupun internet.

"Daring ini juga resiko, banyak anak murid putus sekolah yang kita khawatirkan, buta aksara juga. Guna meminimalisir putus sekolah, kita akan buka tatap muka. Targetnya di tahun ajaran baru," jelasnya.

Terpisah, Pemerintah Kota Serang menargetkan PTM pada Juli. Namun, baru 75 persen yang sudah memenuhi standar protokol kesehatan (prokes). Sisanya, 26 persen, masih dalam tahap persiapan.

"Dari semua sekolah yang kami miliki, baru 74 persen yg sudah dinyatakan siap. Masih 26 persen yang dikatakan belum siap," kata Kepala Dindik Kota Serang, Wasis Dewanto, Jumat (19/3).

Infografis Syarat Sekolah Boleh Tatap MukaInfografis Syarat Sekolah Boleh Tatap Muka. (Foto: CNN Indonesia/Fajrian)

Guru dengan status Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun non PNS juga, lanjut dia, sudah mulai di vaksin Covid-19. Harapannya, bisa memperlancar dan mempercepat proses PTM.

Vaksinasi hingga penerapan prokes saat PTM akan dipantau langsung oleh Dindik Kota Serang. Sedangkan untuk vaksin bagi guru masih terus berjalan.

"Vaksin guru sudah dilakukan di wilayah kerjanya masing-masing, 7 ribu guru negeri maupun swasta. Tatap muka lebih menjamin jika guru itu sudah di vaksin, karena ada rasa nyaman bagi siswa yang di ajar. Jika tidak lolos screening (pemeriksaan kesehatan), kita juga tidak memaksa (guru untuk di vaksin)," jelasnya.

Dikutip dari situs siagacovid19.lebakkab.go.id, kasus Corona di Kabupaten Lebak sejauh ini mencapai 2.811 kasus, dengan 2.253 di antaranya sembuh dan 57 orang meninggal dunia. Sebanyak 501 orang tercatat tengah menjalani isolasi.

(arh)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK