Nestapa Pengamen Ondel-ondel Bertahan Hidup di Jakarta

CNN Indonesia | Kamis, 25/03/2021 19:23 WIB
Rasya dan Iqbal beruntung hari itu tak berpapasan dengan aparat Satpol PP. Uang receh hasil keliling mengamen ondel-ondel seharian terkumpul sekitar Rp50 ribu. Pengamen ondel-ondel atau ondel-ondel jalanan biasanya digerakkan remaja. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Langit Jakarta sudah gelap saat Iqbal (12) dan Rasya (15) duduk di pinggir jalanan, Jatipadang, Jakarta Selatan, Rabu (24/3) malam. Raut lelah terlukis di wajah dua remaja itu, maklum seharian harus menari dengan ondel-ondel yang mereka bawa berkeliling di jalanan.

Di bawah sorot remang lampu jalanan, Iqbal sibuk menghitung hasil mengamen ondel-ondel hari itu saat CNNIndonesia.com temui. Lembar demi lembar ia keluarkan dari ember bekas cat tembok. Malam itu, mereka mengantongi uang receh berjumlah kira-kira Rp50 ribu.

Penghasilan tak seberapa melengkapi gelisah dan kegundahan hari itu, karena dari perbincangan di aplikasi gawai mereka baru tahu bahwa Pemprov DKI kembali menghidupkan wacana lama: melarang ondel-ondel jalanan.


Beruntungnya, hari itu mereka tak berpapasan dengan Satpol PP yang merazia ondel-ondel dan pengamen jalanan.

"Sedih sih, tapi lanjut saja selama enggak ada yang nyetop," ucap Rasya.

Iqbal mengangguk sebagai tanda sepakat dengan tuturan kalimat yang meluncur dari temannya tersebut.

Iqbal dan Rasya mengaku telah mengaspal sebagai pengamen ondel-ondel sejak dua tahun lalu. Mereka mengaku tak dilarang orang tua saat memutuskan membawa ondel-ondel ke jalanan. Bahkan, Rasya menyebut orang tuanya juga melakukan profesi serupa.

Bukan hanya itu, kata Rasya, mereka pun tergabung dalam sanggar seni budaya Betawi. Di masa ramai gelaran atau musim pesta, terkadang ada saja yang menggunakan jasa ondel-ondel dari sanggar yang menaunginya untuk memeriahkan acara.

Semula, Rasya bergabung dengan sanggar seni budaya bernama Sanggar Gotongroyong pada 2016. Di sanggar itu, kecintaan Rasya terhadap ondel-ondel mulai tumbuh.

Tiga tahun berselang, sanggar itu bubar. Rasya dan kawan-kawan kemudian sepakat untuk membangun wadah baru bagi mereka, yang diberi nama Sanggar Bintang Ragunan (SBR).

Ada 13 orang anak yang bergabung dalam sanggar itu. Semuanya aktif menjadikan ondel-ondel sebagai alat untuk mengamen.

Sejumlah petugas gabungan dari TNI dan Satpol PP saat melakukan razia pengamen ondel-ondel di Jakarta Timur, Rabu (24/3/2021). Razia tersebut untuk menertibkan  Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang dinilai kerap menganggu ketertiban umum. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/aww.Satpol PP saat melakukan razia pengamen ondel-ondel di Jakarta Timur, Rabu (24/3/2021).(ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah)

Di sudut lain Jakarta, masih di hari yang sama, Operasi Asih-Asuh Satpol PP di Jakarta Timur menjaring seorang remaja pengamen yang menggunakan kaos bertuliskan salah satu sanggar.

CNNIndonesia.com belum sempat berbincang lebih intens dengan remaja berkaos Sanggar Rifki Betawi dengan dua wajah ondel-ondel itu karena keburu diangkut ke dalam mobil khusus Satpol PP.

"[Tolong] Bilangin emak gua," kata remaja itu ke salah satu temannya yang berada di mulut gang di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Jakarta Timur, Rabu sore.

Satpol PP DKI Jakarta Timur mengerahkan 200 petugas untuk melakukan razia. Hari itu setidaknya ada 13 rombongan ondel-ondel jalanan yang diamankan.

Ondel-ondel Dilarang Pemprov DKI

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK