13 Ondel-ondel Terjaring Razia, Dibawa ke GOR Ciracas

CNN Indonesia | Rabu, 24/03/2021 21:18 WIB
Satpol PP Jaktim menciduk total 91 orang yang masuk kategori Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), 13 orang di antaranya adalah pengamen ondel-ondel. Sejumlah petugas gabungan dari TNI dan Satpol PP saat melakukan razia pengamen ondel-ondel di Jakarta Timur, Rabu (24/3/2021). (Foto: ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak 13 ondel-ondel diangkut petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Timur dalam operasi yang digelar Rabu, (24/3).

Jumlah tersebut merujuk pada data Rekapitulasi Hasil Operasi Asih Asuh di Wilayah Kota Adminiatrasi Jakarta Timur dari Kepala Satpol PP Jakarta Timur, Budhy Novian. "Masih update tim kota, ondel-ondel [tambah] 1," kata Budhy saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (24/3) malam.


Berdasarkan data tersebut, Satpol PP terhitung menciduk 91 orang yang masuk kategori Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Mereka terdiri atas lima manusia silver, 13 ondel-ondel, 42 pengamen, 15 Pak Ogah, dua Gepeng (gelandangan dan pengemis), 5 manusia gerobak, serta 8 orang dari golongan lain.

Mereka terjaring razia yang digelar pukul 15.00 WIB hingga sekitar pukul 17.00 WIB di sejumlah tempat di 10 kecamatan di Jakarta Timur. Budhy menyebutkan, puluhan orang tersebut lantas dibawa ke GOR Ciracas untuk kemudian dilakukan rapid test deteksi infeksi virus corona.

Hingga sekitar pukul 21.43 WIB, Budhy mengaku belum menerima laporan apakah di antara orang-orang yang ditangkap tersebut ada yang reaktif atau tidak. "Belum dapat laporan," kata dia.

Namun begitu menurut Budhy, kalaupun ada PMKS yang reaktif maka mereka akan dirujuk untuk melakukan tes usap Covid-19.

Jika hasilnya positif, yang bersangkutan akan menjalani karantina ataupun isolasi. "Jika positif diteruskan untuk isolasi atau karantina di Graha TMII atau tempat lain sesuai rekomendasi Sudin," jelas Budhy.

Sebelumnya, Pemerintah DKI Jakarta menyatakan melarang ondel-ondel digunakan sebagai sarana untuk mengamen. Ketua Satpol PP DKI Jakarat Arifin mengatakan terdapat banyak pihak yang merasa risih dengan adanya pengamen ondel-ondel tersebut.

"Ondel-ondelnya didorong-dorong, dua orang yang lainnya meminta-minta, tidak ada yang dimunculkan dalam bentuk seni yang mungkin bisa dinikmati oleh masyarakat," kata Arifin saat dihubungi, Rabu (24/3).

Sementara, sebelum pelaksanaan razia tersebut, Budhy mengatakan pihak Satpol PP telah berdiskusi dengan lembaga adat Betawi, Badan Musyawarah (Bamus) Betawi dan sejumlah organisasi masyarakat (Ormas).

"Termasuk juga budayawan Betawi, (kita) meminta masukannya untuk bagaimana memberikan solusi dan mereka menyetujui bahwa perlu dilakukan penertiban," kata Budhy.

Menurutnya, berdasarkan koordinasi tersebut, ondel-ondel merupakan simbol kebudayaan Betawi. Sehingga tidak boleh digunakan untuk melakukan tindakan yang dinilai merendahkan martabat kebudayaan.

"Simbol budaya Betawi tidak boleh dipergunakan untuk hal-hal yang merendahkan martabat budaya itu sendiri," kata Budhy.

Dalam operasi tersebut, Satpol PP Kota Jakarta Timur mengerahkan 200 personel yang terdiri dari Satpol PP, petugas Dinas Sosial, dan TNI-Polri.

(iam/nma)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK