Cerita Keluarga NF, Ngaji 2 Minggu Lalu Masuk DPO Teroris

CNN Indonesia | Jumat, 09/04/2021 16:20 WIB
Salah satu keluarga, Z, mengaku tak percaya ponakannya, NF, masuk dalam DPO terorisme oleh Mabes Polri. Ilustrasi (Unsplash/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Malam itu, ponsel Z bergetar beberapa kali pertanda ada pesan singkat masuk. Di layar ponsel, terlihat beberapa pesan baru dari tetangga dan kenalannya. Z lalu tertegun usai membaca pesan-pesan itu. Ia kaget begitu banyak yang menanyakan ponakannya, yakni NF.

Deretan isi pesan singkat itu senada: menanyakan kebenaran kabar NF ikut dalam jaringan terorisme.

Pesan-pesan itu Z terima tak lama usai Divisi Humas Polri mengumumkan Daftar Pencarian Orang (DPO) terkait kasus terorisme pada Kamis (8/4) kemarin. Nama dan wajah NF terpampang jelas.


"Banyak yang nanya itu ke saya, kaget," ucapnya kepada CNNIndonesia.com, Jumat (9/4).

Sejak tahu kabar itu, ia mengurangi intensitasnya mengecek ponsel. Termasuk mengecek berita-berita terkini. Z enggan batinnya diserang banyak pertanyaan.

Z tidak yakin keponakannya, yakni NF terlibat dalam kegiatan terorisme. Dia mengaku tahu betul pribadi NF.

Menurutnya, NF adalah pribadi terbuka yang selalu bercerita kepada keluarga jika tengah dihadapkan pada masalah.

"Hubungan dengan keluarga baik selama ini. Tidak ada yang mencurigakan," lanjutnya lagi.

Selain dengan keluarga, NF juga tidak ada masalah dengan orang-orang di sekitarnya. Bahkan dulu, sebelum menikah, Z mengatakan NF aktif di karang taruna.

Z menyebut NF mempunyai solidaritas yang tinggi. NF selalu berusaha membantu siapa pun yang membutuhkan.

Belakangan, Z mengetahui NF punya kegiatan baru. Seminggu sekali NF selalu pergi ke wilayah Condet, Jakarta Timur untuk mengikuti pengajian. Z tidak tahu detail mengenai aktivitas NF mengaji di Condet.

Namun, beberapa pekan terakhir Z mendengar kabar salah satu orang yang dipanggil 'habib' di pengajian itu ditangkap oleh polisi terkait terorisme.

Z menduga tuduhan yang ditujukan ke NF masih berkaitan dengan penangkapan habib itu, sebab NF sempat mengaji bersamanya.

Z sama sekali tidak punya keyakinan bahwa NF akan terlibat jaringan terorisme. Bahkan sampai polisi mengeluarkan rilis resmi terkait daftar tiga DPO tersebut.

Lagi pula, kata Z, kerabatnya itu ikut pengajian baru dua bulan. Selain itu, hampir setiap pengajian NF selalu membawa anaknya yang masih kecil.

"Enggak mungkin. Orang baru sebentar juga pengajiannya. Baru dua bulanan mungkin ya. Bawa anaknya lagi," ucap dia.

Sebelumnya, Divisi Humas Polri mengeluarkan rilis DPO tiga terduga teroris lainnya. Ketiga terduga teroris tersebut adalah di YI alias Jr (53) yang beralamat di Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Lalu NF (35) di Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Terakhir, ARH (48) di Petukangan Selatan, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Ketiganya dianggap mengetahui, merencanakan, dan membuat bom untuk melakukan penyerangan terhadap TNI-Polri, industri milik etnis Tionghoa, SPBU serta area publik yang dilakukan oleh Husein Hasni.

(yla/bmw)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK