India Setop Ekspor Remdesivir, Kemenkes Jamin Stok RI Aman

CNN Indonesia | Senin, 12/04/2021 10:02 WIB
Kemenkes berharap tidak ada lagi lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia agar penggunaan Remdesivir tetap bisa dikontrol. Kemenkes berharap tidak ada lagi lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia agar penggunaan Remdesivir tetap bisa dikontrol. Foto: AFP/ULRICH PERREY
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi memastikan ketersediaan salah satu obat yang digunakan untuk pasien positif terinfeksi virus corona (Covid-19), Remdesivir, masih tercukupi di Indonesia.

Pernyataan itu Nadia sampaikan sekaligus merespons India yang mengeluarkan embargo atau larangan ekspor obat Remdesivir, usai penambahan jumlah kasus harian covid-19 India mencetak rekor tertinggi pada Minggu (11/4) kemarin.

"Sampai saat ini stok Remdesivir masih cukup ya," kata Nadia melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Senin (12/4).


Nadia menjelaskan penggunaan remdesvir sebagai salah satu obat pasien covid-19 ini telah digunakan sejak tahun lalu. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada November memberikan lampu hijau Remdesivir untuk pasien Covid-19 dengan derajat berat yang dirawat di rumah sakit.

Juru Bicara Vaksinasi dari Kemenkes ini lantas berharap tidak ada lonjakan kasus covid-19 lagi di Indonesia, sehingga penggunaan Remdesivir tetap bisa dikontrol. Sebab, sejauh ini India menjadi negara impor terbanyak Remdesivir di tanah air.

"Paling banyak dari India. Semoga tidak banyak kasus yang membutuhkan," imbuhnya.

Kementerian Kesehatan India sebelumnya mengatakan lonjakan kasus yang terjadi di negara dengan jumlah penduduk terbanyak ke-2 di dunia itu telah menyebabkan lonjakan permintaan tiba-tiba untuk obat antivirus, salah satunya Remdesivir.

Tak hanya obat, India juga sebelumnya mengeluarkan embargo vaksin yang membuat Indonesia kehilangan 10 juta dosis vaksin gratis dari kerja sama multilateral Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, dari 11,7 juta vaksin AstraZeneca yang dijanjikan GAVI, Indonesia kemungkinan besar hanya mendapatkan 1,3 juta-1,4 juta dosis vaksin gratis, imbas embargo itu.

(khr/gil)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK