KNKT Kantongi Rekaman Percakapan Kecelakaan Sriwijaya SJ 182

CNN Indonesia | Selasa, 13/04/2021 12:53 WIB
KNKT berhasil mengunduh data CVR Sriwijaya Air SJ-182 yang memuat rekaman percakapan saat kecelakaan pesawat. CVR pesawat Sriwijaya Air SJ 182. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) berhasil mengunduh data cockpit voice recorder (CVR) pesawat Sriwijaya Air SJ 182 pada Jumat (1/4). Dari hasil pengunduhan didapatkan rekaman percakapan selama 2 jam termasuk percakapan saat mengalami kecelakaan.

"KNKT berhasil mengunduh seluruh 4 channel dari CVR, akan tetapi channel 4 pada CVR mengalami gangguan. Meski demikian, berdasarkan rekaman tersebut, telah menambah data penting bagi investigasi yang hasilnya akan disampaikan dalam laporan akhir (Final Report)," kata Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono dalam keterangan tertulis, Selasa (13/4).

Soerjanto lalu menjelaskan rangkaian investigasi kecelakaan yang dialami pesawat tujuan Pontianak pada 9 Januari lalu itu. Awalnya, ia mengatakan tiga hari pasca terjadinya kecelakaan atau pada 12 Januari, Flight Data Recorder (FDR) pesawat itu berhasil ditemukan.


Setelahnya pada 10 Februari, hasil data yang telah diolah oleh KNKT diumumkan kepada publik melalui laporan awal investigasi (preliminary report).

Lalu, lanjut dia, sampai dengan berakhirnya proses pencarian korban SJ-182 yang dipimpin oleh Basarnas pada 22 Januari, CVR belum ditemukan. Untuk itu, KNKT melanjutkan proses pencarian CVR di sekitar area ditemukannya FDR.

"Tanggal 26 Januari 2021 sampai dengan tanggal 14 Februari 2021, tim KNKT bersama dengan tim penyelam dari Pulau Pari (Kepulauan Seribu) melanjutkan pencarian CVR dengan pembuatan perimeter 50 x 50 meter di bawah air oleh para penyelam," ucap dia.

Namun demikian, pencarian yang dilakukan KNKT dengan berbagai pihak dan menggunakan berbagai metode juga belum berhasil menemukan CVR.

Hingga akhirnya, kata dia, dilakukan pencarian CVR dengan cara penyedotan lumpur atau Trailing Suction Hopper Dredger (TSHD) oleh Kapal King Arthur 8 dengan area yang diperbesar yaitu 90 x 90 meter.

"Tanggal 30 Maret 2021 jam 20.05 WIB, CVR tersedot dari bawah air dan ditemukan di penampungan serpihan kapal TSHD King Arthur 8," ujar Soerjanto.

Ia mengatakan hingga saat ini, proses investigasi masih terus dilakukan oleh tim KNKT disertai dengan proses penelitian yang mendetail.

"Setelah ditemukan semua bagian black box ini memberikan titik terang untuk mengusut penyebab kecelakaan yang meluluhlantakkan seluruh isi pesawat, agar kecelakaan dengan penyebab yang sama tidak kembali terulang di kemudian hari," ucap dia.

Pesawat Sriwijaya SJ 182 rute Jakarta-Pontianak diketahui jatuh di perairan Kepulauan Seribu hanya empat menit setelah terbang dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, pada 9 Januari lalu.

Pesawat itu membawa total 62 penumpang dengan rincian, enam awak pesawat aktif. Kemudian 56 penumpang, terdiri dari 40 dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga balita.

(yoa/pris)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK