Sarat Kontroversi, Vaksin AstraZeneca Belum Masuk Solo

CNN Indonesia | Rabu, 14/04/2021 04:10 WIB
Sejauh ini, Dinkes Solo melakukan vaksinasi menggunakan vaksin Sinovac. Pemkot Solo belum menerima vaksin AstraZeneca lantaran sarat kontroversi (REUTERS/DADO RUVIC)
Solo, CNN Indonesia --

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mulai mendistribusikan 1,1 juta vaksin Covid-19 AstraZeneca sejak 9 April ke sejumlah daerah. Namun, hingga Selasa (13/4), vaksin yang menuai banyak kontroversi tersebut belum masuk ke Solo.

Keterangan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Solo, Siti Wahyuningsih. Hingga saat ini, Solo menerima secara total sebanyak 309.500 dosis yang dikemas dalam 30.950 vial.

"Semuanya merek Sinovac," kata Ning, sapaan akrabnya saat dihubungi melalui sambungan telepon.


Seperti diketahui, belakangan vaksin merek AstraZeneca banyak dibicarakan karena disebut menimbulkan efek samping berupa pembekuan darah. Terakhir, World Health Organization (WHO) merekomendasikan interval alias jarak waktu antara suntikan vaksinasi pertama dan kedua selama 12 pekan.

Hal itu bertujuan untuk mendapatkan efikasi terbaik (76%) dari vaksin besutan perusahaan farmasi asal Inggris itu.

"Kita sampai sekarang belum menerima yang AstraZeneca," sambung Ning.

Saat ini, lanjut Ning, Dinkes Solo masih melanjutkan vaksinasi tahap dua dengan sasaran pelayan publik, pedagang pasar, hingga warga lanjut usia (lansia) menggunakan Sinovac. Menurutnya, vaksinasi pedagang pasar sudah tuntas beberapa waktu lalu. Saat ini pihaknya terus mengintensifkan vaksinasi untuk pelayan publik dan lansia.

Dinkes Kota Solo menyiapkan 39 fasilitas kesehatan (faskes) untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Masing-masing faskes memiliki kapasitas untuk memvaksin 100-250 orang per hari. Secara total, Ning menargetkan 4.000 - 4.500 orang per hari mendapat vaksinasi di Solo.

Pendaftaran vaksinasi lansia di Solo dilakukan melalui Kelurahan. Ning mengatakan hal itu dilakukan mengingat banyak lansia yang tidak bisa mendaftar secara online.

"Dulu kami memang bagikan link untuk pendaftaran secara online. Ternyata mbah-mbah sepuh-sepuh itu banyak yang tidak bisa. Akhirnya kami kerja sama dengan kelurahan, karena ini tanggung jawab untuk semuanya untuk mempercepat vaksin lansia," katanya.

Ning menambahkan, pihaknya tidak akan membatasi kuota vaksinasi untuk lansia. Ia juga mendorong agar pihak kelurahan segera mendata warga lansia untuk didaftarkan ke faskes terdekat. Data tersebut dibutuhkan untuk mengalokasikan tenaga kesehatan dan dosis vaksin.

"Asal warga Solo, KTP Solo, segera daftar lewat kelurahan. Biar datanya segera masuk biar terarah. Kalau terlalu banyak di satu faskes nanti enggak selesai. Sementara di faskes lain ada yang kosong," katanya.

(syd/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK