Rizieq Meradang di Sidang: Nada Tinggi, Jari Menunjuk Jaksa

CNN Indonesia | Rabu, 14/04/2021 15:14 WIB
Amarah Rizieq nampak memuncak ketika keberatan dan cecarannya kepada Wali Kota Bogor, Bima Arya terus disanggah jaksa penuntut umum. Eks Imam Besar FPI, Rizieq Shihab. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab sempat meradang saat mengikuti jalannya sidang kasus dugaan pemalsuan hasil swab RS Ummi Bogor di PN Jakarta Timur, Rabu (14/4).

Momen tersebut bermula ketika Rizieq keberatannya terus disanggah jaksa penuntut umum. Jaksa memotong kalimat Rizieq saat ia mencecar pernyataan Wali Kota Bogor, Bima Arya.

Rizieq awalnya mencecar Bima apakah tetap menudingnya sebagai pembohong seperti yang dituduhkannya dalam Berkas Acara Persidangan.


"Apakah anda tetap bertahan saya bohong? Tetap bahwa saya bohong?" tanya Rizieq ke Bima.

"Tetap dengan keterangan yang disampaikan tak sesuai dengan kondisinya," jawab Bima.

Merasa tak puas Mendengar ucapan Bima, Rizieq kembali mencecarnya dengan pertanyaan yang sama. Ia meminta agar Bima tak memutar-mutar kalimat sesuai dengan BAP.

Belum dijawab oleh Bima, Jaksa lantas menginterupsi ucapan Rizieq tersebut. Jaksa memohon kepada majelis hakim agar terdakwa tak terus-terusan menjawab.

"Majelis hakim yang mulia. Sekali lagi ini bukan panggung jawab-jawab. Tapi tanya baru dijawab. Kalau begini kapan berakhirnya majelis?" kata jaksa menginterupsi.

Mendengar dipotong jaksa, Rizieq menegaskan bahwa pernyataan Bima sangat penting bagi pembuktian di persidangan.

"Maaf jaksa, maaf jaksa, maaf majelis hakim. Ini keterangan wali kota Bogor sangat penting. Maaf. Ini kesaksian wali kota sebagai Ketua Satgas ini sangat penting, perlu rinci bagi saya," kata Rizieq.

Rizieq lantas tak bertanya lagi kepada Bima. Ia hanya menilai bahwa Bima telah melakukan kebohongan. Ia menegaskan bahwa Bima berbohong karena menyatakan bahwa RS Ummi dan menantunya Hanif Alatas telah melanggar kesepakatan.

Mendengar hal itu, jaksa kembali menginterupsi Rizieq. Jaksa meminta izin kepada majelis untuk berbicara.

"Izin majelis. Izin majelis," kata Jaksa.

Mendengar diinterupsi kembali, Rizieq terlihat meradang. Tampak tangannya menunjuk-nunjuk jaksa bahwa jaksa telah melakukan kriminalisasi terhadap dirinya sebagai pasien di Rs Ummi.

"Cukup jaksa penuntut umum cukup. Ini hak saya bicara, cukup," kata Rizieq sambil menunjuk jaksa.

"Iya," timpal jaksa.

"Karena anda yang menarik saya. Anda ini yang pidanakan kita. Pasien dipidanakan. Anda yang lakukan kriminalisasi pasien. Kriminalisasi RS. Anda yang pidanakan. Jadi saya berhak membela diri karena saya yang akan dipenjara," kata Rizieq dengan nada tinggi.

Mendengar hal itu, Jaksa meminta agar Rizieq tak memaksa saksi untuk terus menerus bicara dengan pertanyaan yang diulang-ulang.

"Betul. Iya, tapi jangan paksa orang," kata Jaksa.

"Beliau [Bima] disumpah agar tak berbohong. Sekarang saya buktikan beliau berbohong," timpal Rizieq.

Mendengar keributan tersebut, Hakim menengahi keduanya. Hakim meminta kepada kedua pihak untuk bersabar.

"Sabar, saudara sabar," timpal Hakim.

(rzr/ain)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK