Berbuka di KRL, Deg-degan Buka Masker demi Batalkan Puasa

CNN Indonesia | Kamis, 15/04/2021 21:07 WIB
PT KAI telah mengizinkan kepada para penumpang untuk berbuka puasa di dalam kereta selama Ramadan. Sejumlah penumpang Commuter Line berbuka puasa Ramadan dengan air putih, Kamis sore (15/4/2021).(CNN Indonesia/ Syakirun Niam)
Jakarta, CNN Indonesia --

Roda-roda besi kereta Commuter Line rute Jakarta Kota-Bogor meniti rel menuju area Stasiun Universitas Pancasila, Jakarta Selatan, saat wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya memasuki waktu berbuka puasa Ramadan 1442 hijriah, Kamis (15/4) petang.

Tak lama terdengar dari sistem pengeras suara dalam gerbong KRL yang ditumpangi bahwa sudah waktunya berbuka puasa. Petugas di ujung pelantang itu pun mengucapkan 'selamat berbuka puasa' kepada para penumpang.

Salah satu penumpang, Riyanto, memutar tutup botol air minum, mengangkatnya dengan satu tangan, lalu menuangkan isinya ke dalam mulut.


Air mineral dari botol itu lalu mengalir ke kerongkongannya yang kering, menjadi pembatal bagi Riyanto setelah menunaikan ibadah wajib puasa Ramadan sejak waktu Imsak pada Kamis dini hari tadi.

Setelah itu, Riyanto membuka sebungkus plastik dari sisi tasnya yang berisi beberapa potong lontong.

"Tiap sore ngalamin buka kayak begini pasti di perjalanan," kata Rianto.

"Kalau di kereta kan nggak boleh makan banyak-banyak. Asal buat ganjel, buat buka aja," imbuhnya.

Riyanto bekerja di sebuah toko onderdil mobil, di Pasar Asem Reges, Jakarta Barat. Setiap hari ia pulang pergi menggunakan layanan Commuter Line jurusan Stasiun Cilebut, Bogor - Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Riyanto mengatakan jam kerjanya selama puasa tidak bergeser dan berkurang sebagaimana Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Enggak ada [pengurangan jam kerja]. Saya kan pekerja lepas," tuturnya.

Tak hanya Riyanto, kebanyakan orang di gerbong itu menjadikan air putih sebagai pembatal setelah menunaikan ibadah puasa Ramadan tahun ini.

Memang ada pemberitahuan soal waktu berbuka puasa dari petugas lewat pelantang, tapi sebelum itu pun--seolah sudah tahu waktunya lewat media lain--para penumpang terlihat kompak segera minum air saat memasuki waktu Magrib.

Saat CNNIndonesia.com menumpang KRL tersebut pada Kamis petang itu, gerbong-gerbong kereta jurusan Bogor nyaris terisi penuh. Sulit bagi para penumpang  mengatur jarak satu sama lain.

Riyanto mengaku tidak khawatir akan penularan Covid-19 membuka masker dan menyantap menu buka puasanya. Menurutnya, selagi badan sehat dan imun tubuh kuat, ia berharap bakal aman dari virus itu.

"Yakin aja, kita sehat yang penting imunnya kuat," kata Riyanto.

Seorang karyawan toko onderdil mobil asal Bogor berbuka puasa di Commuter Line pada Kamis (15/4).Seorang pekerja yang mencari nafkah di Jakarta harus melewatkan waktu berbuka puasa saban harinya di gerbong kereta Commuter line. (CNN Indonesia/ Syakirun Niam)

Rasa Was-was Saat Melepas Masker

Berbeda dengan Riyanto, Fitri Agustina yang sehari-hari bekerja di sebuah kantor notaris di Jakarta Selatan mengaku was-was saat melakukan buka puasa di kereta.

Fitri merupakan warga Bekasi. Sama halnya dengan Riyanto, setiap hari ia berangkat bekerja menggunakan layanan Commuter Line.

"Ya ada juga sih. Kan takutnya (penularan) dari udara," kata Fitri saat ditemui CNNIndonesia.com di Stasiun Manggarai, Jakarta Pusat, sesaat sebelum keretanya tiba.

Sebab rasa khawatir itu, Fitri mengaku jarang membuka maskernya. Saat berbuka puasa di dalam gerbong pun, kata dia, hanya membuka masker sekejap untuk minum air mineral sebagai pembatal kala waktu Magrib tiba.

Tak jarang pula, terkadang ia menahan untuk berbuka puasa di stasiun tujuannya, Bekasi. Di sana, ia kemudian mencari tempat duduk yang sepi atau terjaga jarak dengan sesama guna membuka masker lalu minum.

"Minum juga cepat-cepat. Ya, kan hari gini ngejaga. Kita memang nggak dari itu, tapi ntar dari udara kan? Makanya saya jarang makan di dalam kereta," kata Fitri.

Seperti halnya Fitri, kebanyakan dari penumpang hanya meminum air putih. Mereka segera menutup kembali botol masing-masing setelah dirasa cukup.

Setelah itu, para penumpang kembali sibuk dengan layar ponselnya sementara jendela kaca kereta hanya menunjukkan gelap dan kelebat cahaya.

Sebagai informasi, selama Ramadan 1442 Hijriah, PT KAI Commuter mengizinkan penumpang untuk makan dan minum di dalam rangkaian kereta KRL selama waktu berbuka puasa. Sebelumnya, KAI melarang penumpang makan dan minum di gerbong kereta.

"Selama bulan puasa, KAI Commuter memperbolehkan para pengguna untuk makan dan minum di dalam KRL khusus pada waktu berbuka puasa hingga satu jam setelahnya," kata VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba dalam keterangan tertulis, Selasa (13/4).

Dia pun berpesan kepada penumpang yang hendak makan dan minum untuk berbuka puasa tetap menjaga protokol kesehatan dan kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

(iam/kid)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK