KNKT: CVR Merekam 2 jam Percakapan di Kokpit Kapten Afwan

CNN Indonesia | Kamis, 15/04/2021 16:54 WIB
KNKT menyebut rekaman yang diunduh dari CVR SJ-182 berisi percakapan antara pilot dan kopilot dengan pengatur lalu lintas udara. Cockpit Voice Recorder (CVR) Sriwijaya Air SJ-182 saat dibawa ke dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, 31 Maret 2021. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Nurcahyo Utomo menyebut pihaknya memang telah berhasil mengunduh isi percakapan di dalam ruang kokpit pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, pada 9 Januari lalu.

Dia menerangkan data kotak hitam (blackbox) jenis cockpit voice recorder (CVR) pesawat yang dipiloti Kapten Afwan itu berisi dua jam percakapan di kokpit. Semua percakapan, baik antarpilot dan kopilot, serta dengan pengatur lalu lintas udara terekam di sana.

"Isinya pembicaraan antara pilot dan kopilot, juga dengan pengatur lalu lintas udara," kata Nurcahyo saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui aplikasi pertukaran pesan, Kamis (15/4).


Namun dia belum bisa merinci lebih detail terkait isi percakapan antara Kapten Afwan yang saat itu bertugas dengan pengatur lalu lintas udara serta pilot penyertanya di pesawat nahas itu.

Untuk saat ini, kata Nurcahyo, pihaknya masih terus melakukan investigasi penyebab pasti pesawat bisa terjun ke dalam air dan hancur setelah landas dari Bandara Internasional Soekarno Hatta. Tak hanya data percakapan dari CVR, Nurcahyo menerangkan KNKT masih mengumpulkan data lain untuk memenuhi hasil investigasi atas kecelakaan penerbangan tersebut.

"Kita kumpulkan data-data lain, terus kita pahami masalah untuk menentukan mengapa kecelakaan terjadi," katanya.

Data-data itu, misalnya terkait perawatan pesawat, pelatihan awak, dan informasi lain yang mungkin bisa memenuhi hasil investigasi yang tengah dilakukan KNKT.

Infografis Fakta-fakta Sriwijaya Air Jatuh

Untuk diketahui, pesawat yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada 9 Januari itu dipiloti Kapten Afwan dengan kopilot Fadly Satrianto, serta Diego Mamahit.

Pesawat Sriwijaya SJ 182 rute Jakarta-Pontianak itu diketahui jatuh ke laut hanya empat menit setelah terbang dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, pada 9 Januari lalu.

Pesawat itu membawa total 62 penumpang dengan rincian, enam awak pesawat aktif. Kemudian 56 penumpang, terdiri dari 40 dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga balita.

(tst/kid)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK