Siti Fadilah soal Vaksin Nusantara: Inovasi Kerap Mengagetkan

CNN Indonesia | Jumat, 16/04/2021 05:25 WIB
Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mendukung pengembangan Vaksin Nusantara. Eks Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mendukung pengembangan Vaksin Nusantara (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah menyatakan bahwa penelitian terhadap sesuatu yang baru senantiasa mengagetkan pemahaman yang sudah ada. Termasuk pengembangan Vaksin Nusantara yang mana Siti turut menjadi relawan.

"Menurut saya si peneliti berpikir logis, inovatif. Memang, inovasi selalu mengagetkan kemapanan, bahkan bisa mengganggu yang sudah mapan," kata Siti dalam keterangan tertulis, Kamis (15/4).

Siti mengatakan bahwa dalam ilmu pengetahuan logis saja tidak cukup, namun memerlukan pembuktian. Atas dasar itu, ia bersedia menjadi relawan uji klinis vaksin yang digagas Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto itu.


"Maka saya bersedia menjadi relawan, karena saya menghargai seorang peneliti yang berpikiran beda dengan yang lainnya. Dia membuat hipotesis, dan hipotesis itu boleh saja salah, tetapi harus di buktikan dulu. Maka perlu penelitian," kata dia.

Terkait dengan pernyataan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) soal Vaksin Nusantara, Siti menyatakan hal itu boleh-boleh saja, sebab, BPOM memang yang punya wewenang untuk memberikan izin edar vaksin tersebut.

Lebih lanjut, Siti mengaku tidak tahu informasi yang menyebut bahwa penelitian Vaksin Nusantara menggunakan ahli dari Amerika. Namun menurutnya, dengan politik bebas aktif, Indonesia bisa bekerja sama dengan negara manapun.

"Tapi kita kan negara yang berdaulat, dengan politik bebas dan aktif, maka boleh saja bekerja sama dengan negara manapun dengan prinsip kemitraan yang transparan, setara dan adil," kata Siti.

"Yang penting produk ini menjadi produk Indonesia, untuk kemaslahatan bangsa yang membutuhkan. Terutama untuk lansia seperti saya," sambungnya.

Vaksin Nusantara kembali menjadi sorotan publik lantaran sejumlah tokoh menjadi relawan uji klinis. Termasuk Siti Fadhillah. Padahal, BPOM menyatakan Vaksin Nusantara belum boleh melakukan tahap tersebut.

Selain itu, ada pula beberapa tokoh lain yang disuntik vaksin Nusantara, yakni sesepuh Partai Golkar Partai Golkar Aburizal Bakrie, Mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Gatot Nurmantyo dan beberapa anggota DPR

(yoa/bmw/bmw)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK