Sempat Melandai, Kasus Covid-19 Jakarta Kembali Merangkak

CNN Indonesia | Jumat, 16/04/2021 16:10 WIB
Dinas Kesehatan DKI meminta warga Jakarta tetap mematuhi protokol kesehatan dan tidak terlena dengan jumlah kasus yang mulai melandai. Dinas Kesehatan DKI meminta warga Jakarta tetap mematuhi protokol kesehatan dan tidak terlena dengan jumlah kasus yang mulai melandai. Foto: CNN Indonesia/Safir Makki
Jakarta, CNN Indonesia --

Kasus positif virus corona (Covid-19) di DKI Jakarta kembali menunjukkan peningkatan dalam beberapa hari terakhir. Padahal sebelumnya kasus positif di Jakarta mulai menunjukkan tanda-tanda mulai melandai.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Widyastuti mengatakan dalam dua pekan terakhir ini menunjukkan bahwa ada peningkatan kasus yang cukup signifikan.

"Kita sudah turun drastis, tetapi seminggu, dua minggu terakhir, harian kita mulai terjadi peningkatan," ujar Widyastuti dalam siaran langsung di kanal Youtube FMB9ID_IKP, Jumat (16/4).


Sebulan belakangan ini, penambahan kasus harian Covid-19 di Ibu Kota cenderung fluktuatif. Penambahan kasus beberapa kali masih tercatat lebih dari seribu kasus dalam sehari.

Namun demikian, bila dirata-rata tiap pekannya, memang terdapat penurunan kasus Covid-19 di DKI. Pada periode 16-22 Maret, jumlah kasus Covid-19 di DKI berjumlah sebanyak 10.521 kasus.

Kemudian pada pekan selanjutnya yakni periode 23-29 Maret kasus menurun menjadi total 8.650 kasus. Dilanjutkan pada periode 30 Maret-5 April kasus terus menurun menjadi 6.283 kasus.

Namun pada sepekan belakangan ini pada periode 6-12 April, penambahan kasus Covid-19 naik sedikit menjadi total 6.301 kasus dalam sepekan.

"Mulai Maret, penurunan kasus aktif maupun positif sangat terlihat di DKI Jakarta. Kita tingginya tuh di bulan-bulan Januari sampai Februari 2021. Di mana posisi kasus aktif kita waktu itu pernah tertinggi sampai sekitar 25 ribu," jelas Widyastuti.

"Saat ini kasus aktif tertinggi 6.988. Artinya sangat-sangat turun dibanding sebelumnya," ujarnya menambahkan.

Terkait penurunan penambahan kasus harian itu, Widya mengaku memang ada penurunan jumlah testing dari DKI. Saat ini, jumlah testing DKI dalam sepekan berada di kisaran 68 ribu.

"Angka 68 ribu tadi angka menurun, meskipun masih tinggi dari standar WHO, dari standar DKI itu pernah di posisi 90 ribu. Kapasitas lab kita mampu 100 ribu lebih per hari," paparnya.

Oleh sebab itu, Widya meminta warga tetap mematuhi protokol kesehatan dan tidak terlena dengan jumlah kasus yang mulai melandai. Ia juga berharap masyarakat yang telah mendapatkan vaksin Covid-19 tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan.

"Ini mulai meningkat lagi. Saya ingatkan warga DKI bahwa 3M termasuk menghindari kerumunan dan menghindari mobilisasi sangat penting. Karena pengalaman kita tahun lalu dan akhir minggu ini, menunjukkan aktivitas penduduk sudah meningkat dan angka kami sudah bergerak naik," pungkasnya.

(dmi/gil)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK