44 Penghuni dari Dua Ponpes di Kulon Progo Positif Covid-19

CNN Indonesia | Senin, 19/04/2021 20:42 WIB
Puluhan penghuni Ponpes Darul Karim dan Nurul Quran positif Covid-19. Salah satu penularan diduga dari kunjungan orang tua santri ke lingkungan Ponpes. Ilustrasi penghuni pondok pesantren. (Foto: CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Yogyakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak 44 penghuni dua Pondok Pesantren (Ponpes) di Kulon ProgoDaerah Istimewa Yogyakarta dinyatakan positif terinfeksi virus corona (Covid-19).

Dua ponpes yang dimaksud adalah Pondok Pesantren Darul Karim di Bumirejo, Lendah dan Pondok Pesantren Nurul Quran di Hargorejo, Kokap. Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulon Progo, Baning Rahayujati mengungkapkan kasus terbanyak berasal dari Ponpes Darul Karim.

"Ada 33 terkonfirmasi positif Covid-19," kata Baning dalam keterangan resmi, Senin (19/4).


Baning merinci 33 pasien yang terinfeksi virus corona itu terdiri atas para santri dan pengasuh pondok pesantren. Puluhan penghuni Ponpes Darul Karim pun kini tengah menjalani isolasi mandiri.

Adapun kompleks ponpes kini ditutup untuk sementara waktu.

"Kasus ini berawal sejak bulan April. Salah satu anggota atau anak asuh mengalami sakit dan gejala anosmia (kehilangan kemampuan indra penciuman). Setelah dites ternyata dia sudah positif Covid-19 melalui tes antigen," papar Baning.

Hasil penelusuran menemukan total ada lebih 40 orang yang masuk kategori pemilik riwayat kontak erat. Sebanyak 17 orang di antaranya dinyatakan positif Covid-19 hasil tes antigen dan 16 orang positif dari hasil tes Polymerase Chain Reaction (PCR).

Masih berdasarkan penelusuran kontak erat, Baning menyatakan memang sempat ada agenda kunjungan orang tua ke asrama para santri pada pekan ketiga dan keempat Maret 2021. Kegiatan inilah yang diduga menjadi jalan masuknya virus corona ke lingkungan ponpes.

"Karena ternyata salah satu keluarga yang mengunjungi anak tersebut semuanya [anggota keluarga] terkonfirmasi positif Covid-19," beber Baning.

Sementara kasus penyebaran Covid-19 di Ponpes Nurul Quran mulanya diketahui saat sejumlah santri dilaporkan sakit beberapa hari lalu. Sebagian santri mengalami anosmia.

Para santri kemudian menjalani pemeriksaan kesehatan oleh petugas dari Puskesmas Kokap I pada 15 April 2021 lalu. Pemeriksaan dilakukan dengan metode PCR dan rapid test antigen.

"Lima orang dilakukan tes PCR, hasilnya tiga di antaranya positif. Lalu 13 lainnya dilakukan rapid test antigen, hasilnya delapan di antaranya positif antigen. Hari ini dan besok kami fokus melakukan tracing di Nurul Quran," ujar Baning.

Infografis Beda GeNose, Rapid Antigen dan Swab PCR untuk Tes Covid-19]Infografis Beda GeNose, Rapid Antigen dan Swab PCR untuk Tes Covid-19. (CNNIndonesia/Basith Subastian)

Berkaca dari kasus-kasus tersebut, Baning pun mengimbau masyarakat untuk tertib menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 secara disiplin di setiap aktivitas.

"Banyak orang-orang yang tidak bergejala baik di rumah maupun lingkungan. Kami imbau warga untuk memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Aktivitas sehari-hari selalu memakai masker," tutup Baning.

Data kasus positif Covid-19 di Kulon Progo dihimpun dari laman resmi Pemkab mencatat 4.544 orang terinfeksi virus corona per Senin (19/4). Dari jumlah tersebut sebanyak 358 orang menjalani isolasi mandiri dan 38 orang diisolasi di rumah sakit.

Sementara sebanyak 528 orang dinyatakan sembuh dan 88 orang meninggal dunia. Adapun suspek Covid-19 tercatat 5.901 kasus.

(kum/nma)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK