Kapal Sitaan Kasus Asabri LNG Aquarius Alami Kebocoran Pipa

CNN Indonesia | Senin, 19/04/2021 21:04 WIB
Kejagung menjelaskan kapal sitaan terkait kasus Asabri masih boleh beroperasi karena pertimbangan biaya pemeliharaan yang besar dan urgensi kegunaan untuk PLN. Ilustrasi Kejagung. (Foto: Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kapal LNG (Liquefid Natural Gas) Aquarius yang disita Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi PT Asabri mengalami kebocoran pipa, pada Jumat (16/4).

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan tim di lembaganya menerima informasi mengenai insiden kebocoran pipa tersebut.

"Bahwa Tim Penyidik pada JAM Pidsus telah menerima laporan dari Pertamina atas insiden yang terjadi dan direncanakan pihak Pertamina diundang untuk rapat di Pidsus," kata Leonard saat dikonfirmasi, Senin (19/4).


Leonard lalu menjelaskan alasan kapal itu dititipkan ke Pertamina dan masih beroperasi meski berstatus sitaan. Hal tersebut, kata dia lantaran pertimbangan biaya pemeliharaan kapal yang cukup besar.

Selain itu, kapal LNG Aquarius juga beroperasi membawa cargo LNG dari Bontang untuk suplai pembangkit listrik PLN Muara Karang.

"Sehingga bila supply terhambat akan berdampak ke supply pembangkit Muara Karang guna distribusi listrik ke wilayah Jawa," kata dia.

Dalam perkara dugaan korupsi Asabri ini, setidaknya terdapat sembilan tersangka yang telah dijerat Kejagung.

Mereka ialah mantan Direktur Utama PT Asabri Mayor Jenderal (Purn) Adam R. Damiri, Letnan Jenderal (Purn) Sonny Widjaja, Heru Hidayat, dan Direktur Utama PT Hanson International Tbk., Benny Tjokrosaputro.

Selain itu ada pula mantan Kepala Divisi Investasi Asabri Ilham W. Siregar, Direktur Utama PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi, Direktur Investasi dan Keuangan Asabri Hari Setiono, mantan Kepala Divisi Keuangan dan Investasi Asabri Bachtiar Effendi, serta Direktur Jakarta Emiten Investor Relation Jimmy Sutopo.

Dugaan sementara kerugian keuangan negara ditaksir sebesar Rp23,7 triliun akibat tindak rasuah ini. Adapun nominal sementara yang terkumpul dari sejumlah aset sitaan milik tersangka baru terkumpul Rp10,5 triliun.

Dalam perkara ini Kejagung telah menyita hampir lebih 18 kapal untuk pengusutan kasus. Kapal LNG merupakan salah satunya.

(yoa/nma)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK