Muhammadiyah Ingatkan Situasi Covid di India Jika Abai Prokes

CNN Indonesia | Selasa, 20/04/2021 15:52 WIB
Muhammadiyah meminta semua pihak termasuk pemerintah terus menyadarkan masyarakat terkait pelaksanaan protokol kesehatan usai divaksin. Sekretaris Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Abdul Mu'ti. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu'ti memperingatkan agar Indonesia tak lengah seperti India yang babak belur mengalami lonjakan kasus Covid-19 beberapa waktu terakhir.

Ia meminta masyarakat yang sudah divaksin tetap mematuhi protokol kesehatan dan tak membuat kerumunan untuk mencegah merebaknya Covid.

"Karena mereka merasa sudah divaksin, kemudian masyarakat ambyur malah ambyar," kata Abdul Mu'ti dalam webinar yang digelar BPKN di kanal YouTube BPKN, Selasa (20/4).


Abdul meminta semua pihak termasuk pemerintah untuk terus menyadarkan masyarakat terkait pelaksanaan protokol kesehatan usai divaksin.

Ia menegaskan angka penyebaran virus Corona yang mengalami penurunan belakangan belum bisa menjadi dasar bahwa virus tersebut terkendali. Ia menilai angka penyebarannya masih tergolong tinggi meski mengalami penurunan.

"Ini ibarat saya bercanda, saya kan kolesterolnya tinggi terus. Begitu ditanya bagaimana hasil tes kolesterolnya? Saya bilang normal, normal tinggi. Nah jangan sampai situasi sekarang dianggap normal-normal saja," kata dia.

Abdul menegaskan bahwa pengalaman lonjakan Covid di India dapat menjadi peringatan penting bahwa wabah belum selesai. Salah satunya, ia menegaskan bahwa PP Muhammadiyah tetap mendukung larangan mudik yang sudah diatur oleh pemerintah untuk menekan penyebaran Covid.

Dia menyatakan sudah sepatutnya mobilitas masyarakat dibatasi melalui larangan mudik untuk mencegah meluasnya penyebaran corona.

"Pandemi masih jadi masalah. Dan karena itu usaha meningkatkan ekonomi dibarengi prokes," kata dia.

Dikabarkan kondisi pandemi Covid-19 di India saat ini tengah memburuk. India mencatat rekor 234 ribu kasus corona baru dan 1.341 kematian dalam satu hari pada Sabtu (17/4). Lonjakan kasus terjadi salah satu faktornya karena virus corona mutasi Inggris merebak di negara tersebut. Selain itu, pengabaian protokol kesehatan diduga jadi sebab utama.

(rzr/ain)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK