Ribuan RT di Jakarta Zona Merah, Wagub DKI Bantah Kecolongan

CNN Indonesia | Kamis, 22/04/2021 18:58 WIB
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan jumlah RT zona merah hanya sebagian kecil dari total RT yang ada di ibu kota. Ilustrasi pembatasan kegiatan masyarakat di tengah pandemi virus corona (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria membantah pihaknya kecolongan lantaran masih ada ribuan RT di ibu kota yang masuk dalam kategori zona merah penyebaran virus corona (Covid-19).

Riza mengatakan, ribuan RT yang masuk dalam kategori zona merah itu tergolong sedikit dibandingkan jumlah RT yang berada di Jakarta sebanyak 30.417.

"Ya enggak kecolongan dong, Jakarta ini kan ada 30 ribuan RT. Itu kan jumlah RT yang sedikit, jadi sesungguhnya cuma sedikit dibanding jumlah RT yang ada," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Kamis (22/4).


Riza sebelumnya menyatakan bahwa masih ada RT zona merah di Jakarta. Dari data Pemprov DKI Jakarta hingga 8 April, jumlah RT Zona merah terbanyak berada di Jakarta Barat dengan 755 RT.

Kemudian menyusul Jakarta Timur dengan 634 RT, Jakarta Selatan 571 RT, Jakarta Utara 488 RT, Jakarta Pusat 210 RT, dan Kepulauan Seribu 1 RT.

Selain itu, Riza juga mengklaim saat ini Jakarta sudah keluar dari zona merah level provinsi. Ia pun menegaskan bahwa Jakarta mengalami perbaikan dalam penanganan pandemi.

"Vaksinnya tinggi, bagus, kesembuhan meningkat, angka kematian menurun, fasilitas sarana dan prasarana mendukung, SDM meningkat, jadi Jakarta ini on the track, mencapai satu sasaran tujuan yang lebih baik lagi terkait vaksinasi terus meningkat," ungkap dia.

Politikus Partai Gerindra itu juga menyatakan bahwa saat ini penyebaran virus corona mulai melandai. Indikatornya yakni mulai menurunnya tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit rujukan (Covid-19) di Jakarta.

Berdasarkan data Dinkes, sampai dengan 18 April persentase keterisian tempat tidur isolasi sebesar 38 persen atau 2.691 dari 7.087 tempat tidur yang tersedia.

Kemudian kapasitas ICU dari total 1.056 hanya terisi 500 pasien atau sekitar 47 persen. "Artinya ada penurunan sebesar 1 persen terhadap kapasitas ICU," imbuhnya.

"Jadi perbaikannya sangat jelas, peningkatan sangat baik. Mudah-mudahan dengan kesadaran penuh dari seluruh warga dan kita semua bekerja sama segera kita bisa mengurangi Covid di Jakarta," tegas Riza.

Sampai dengan Rabu (21/4), jumlah kasus positif di Jakarta mencapai 401.110 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 388.083 telah sembuh dan 6.587 orang meninggal.

Dengan demikian, jumlah kasus aktif Covid-19 di Jakarta sampai dengan kemarin sebanyak 6.440 kasus. Untuk positivity rate sepekan terakhir di Jakarta sebesar 9,3 persen, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 11 persen.

Di kesempatan yang sama, Riza juga menegaskan bahwa pemerintah akan selalu bekerja keras untuk mencegah agar Indonesia tidak mengalami lonjakan kasus positif virus corona seperti di beberapa negara lain, termasuk India.

"Tentu kita semua, tidak hanya Jakarta, Indonesia, Pak Presiden, menteri, gubernur, kepala daerah bekerja keras agar Indonesia tidak mengalami masalah-masalah yang terjadi di banyak negara, di Eropa, termasuk di India," ujar Riza.

Diketahui, India saat ini tengah menghadapi gelombang penularan virus corona baru yang dinilai lebih ganas dalam beberapa pekan terakhir.

Pemerintah New Delhi menerapkan penguncian wilayah (lockdown) di Ibu Kota India pada akhir pekan lalu akibat tingkat penularan corona yang terus memburuk. Saat ini, India memiliki total 15,3 juta lebih kasus corona dengan 180 ribu kematian.

Meski pemerintah bekerja keras, lanjut Riza, peran warga juga tetap dibutuhkan agar Indonesia tidak mengalami hal serupa di India. Ia menekankan agar masyarakat tidak menganggap enteng penyebaran virus corona.

"Butuh kerja sama, jangan dianggap enteng, jangan diremehkan, Covid masih ada seperti yang disampaikan Pak Presiden, mari hadapi secara baik, bijak, dengan cara menerapkan protokol kesehatan dengan baik," ungkapnya.

(dmi/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK