Polri Kerahkan Semua Sumber Daya Tuntaskan Kasus Jozeph Zhang

CNN Indonesia | Kamis, 22/04/2021 21:02 WIB
Jozeph Paul Zhang, yang sudah dalam daftar pencarian orang (DPO) kasus penisataan agama, tengah diburu Polri dengan menggunakan segala macam cara. Polri bakal mengerahkan seluruh sumber dayanya untuk memburu Jozeph Paul Zhang yang diduga melakukan penistaan agama (Tangkapan layar youtube Jozeph Paul Zhang)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan pihaknya bakal mengerahkan seluruh sumber daya guna mengusut kasus dugaan penistaan agama oleh Jozeph Paul Zhang (JPZ).

Sebelumnya diberitakan, ia tengah berada di Jerman dan sudah masuk daftar pencarian orang (DPO) lantaran mengaku sebagai nabi ke-26.

"Jadi seluruh sumber daya yang ada dimanfaatkan, dikerahkan untuk menyelesaikan kasus JPZ," kata dia, di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (22/4).


Sejauh ini, kepolisian sudah menerbitkan DPO. Kepolisian kini tengah berkoordinasi dengan Interpol untuk mengeluarkan red notice usai DPO Jozeph terbit.

Selain itu, Rusdi mengatakan Divisi Hubungan Internasional Polri juga tengah berkoordinasi dengan kepolisian Jerman. Polri pun memiliki atase yang berada di KBRI Berlin, Jerman untuk membantu proses komunikasi selama ini.

Meski begitu, hingga saat ini Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri belum mengirimkan tim penyidik untuk terbang ke Jerman guna melacak keberadaan tersangka secara langsung.

"Sementara belum. Karena kami menggunakan komunikasi yang ada di Jerman," ujar Rusdi.

Jozeph bermasalah hukum lantaran melakukan diskusi virtual di media sosial dan acapkali mengeluarkan kalimat yang diduga menistakan agama Islam. Dia beberapa kali mengeluarkan kalimat yang dianggap mengolok-olok agama Islam.

Kepolisian, dalam perkara ini menjerat Jozeph dengan Pasal 28 ayat (2) Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) tentang larangan menyebarkan informasi yang mengandung unsur kebencian atau permusuhan, serta Pasal 156a KUHP terkait penistaan agama.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, polisi menyatakan telah meminta keterangan berbagai ahli mulai dari ahli bahasa, sosiologi hukum, hingga ahli pidana.

(mjo/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK