Ketua Lesbumi PBNU Agus Sunyoto Meninggal Dunia

CNN Indonesia | Selasa, 27/04/2021 11:18 WIB
Ketua Lesbumi PBNU, Agus Sunyoto meninggal dunia pada Selasa (27/4) hari ini dan akan dikebumikan di permakaman keluarga di Makam Tembok Surabaya. Ilustrasi belasungkawa. (iStockphoto/dragana991)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PBNU, Agus Sunyoto meninggal dunia di Rumah Sakit Angkatan Laut dr. Ramelan Surabaya, Jawa Timur pada Selasa (27/4) hari ini.

Kabar duka disampaikan secara resmi oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui akun resminya di Twitter. PBNU menyampaikan duka mendalam dan doa untuk Agus.

"Berduka yang mendalam berpulangnya Agus Sunyoto, Ketua Lesbumi PBNU. Semoga seluruh amal baik almarhum diterima Allah Swt, seluruh khilaf diampuni oleh Nya dan memperoleh tempat yang terbaik di sisi-Nya. Al Fatihah," tulis PBNU melalui akun @nahdlatululama, Selasa (27/4/2021).


Agus Sunyoto lahir di Surabaya pada 21 Agustus 1959. Jenazah Agus rencananya akan dikebumikan di permakaman keluarga di Makam Tembok Surabaya.

Sosok Agus Sunyoto dikenal sebagai budayawan yang produktif menelurkan pelbagai tulisan. Karyanya banyak diterbitkan dalam buku-buku sejarah dan karya fiksi di media massa.

Salah satu tulisan fenomenalnya berjudul buku Atlas Wali Songo. Buku tersebut mengisahkan penyebaran agama Islam di Nusantara. Agus, dalam buku tersebut, berusaha meyakinkan publik bahwa Wali Songo adalah fakta sejarah.

Dilansir dari NU Online, Agus turut melahirkan karya-karya tulisan lainnya. Beberapa di antaranya seperti Resolusi Jihad, Banser Berjihad Melawan PKI, Sunan Ampel: Taktik dan Strategi Dakwah Islam di Jawa, dan Suluk Abdul Jalil: Perjalanan Ruhani Syaikh Siti Jenar.

Agus juga produktif menghasilkan karya fiksi yang dipublikasikan dalam bentuk cerita bersambung. Sejumlah tulisannya diterbitkan di media Jawa Pos seperti berjudul Anak-Anak Tuhan (1985); Orang-Orang Bawah Tanah (1985); Ki Ageng Badar Wonosobo (1986); Khatra (1987); Hizbul Khofi (1987); Khatraat (1987); Gembong Kertapati (1988); dan lain-lain.

(rzr/nma)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK