Pengunjung Mal Membeludak Abai Prokes, Potensi Klaster Covid

CNN Indonesia | Senin, 03/05/2021 08:47 WIB
Jumlah pengunjung mal jelang Lebaran membeludak. Pengelola mal dinilai mengabaikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Foto ilustrasi. Sejumlah warga memadati Blok B Pusat Grosir Pasar Tanah Abang untuk berbelanja pakaian di Jakarta Pusat, Minggu (2/5/2021). (Antara Foto/ADITYA PRADANA PUTRA)
Makassar, CNN Indonesia --

Jumlah pengunjung di pusat perbelanjaan jelang Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah membeludak. Peristiwa ini dikhawatirkan akan menimbulkan klaster baru penyebaran Covid-19 di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Hal itu terjadi lantaran pihak pengelola pusat perbelanjaan dinilai mengabaikan protokol kesehatan saat para pengunjung berbelanja untuk kebutuhan Lebaran. Tim Satuan Tugas (Satgas) Khusus Pengurai Kerumunan (Raika) Covid-19 Kota Makassar akan menegur keras pihak pengelola.

"Hari ini disampaikan surat teguran keras kepada seluruh pengelola mal. Karena laporan pemantauan di lokasi pengelola mal abai prokes sehingga membeludaknya orang," kata Tim Raika yang juga Kepala Satpol PP Makassar, Iman Hud, Minggu (2/5)


Iman mengklaim selama ini pihaknya telah berusaha memberikan edukasi dan sosialisasi pentingnya prokotol kesehatan terhadap para pelaku usaha dan juga masyarakat.

Akan tetapi, lanjut dia, pihaknya menyayangkan kesadaran masyarakat akan penyebaran virus corona masih sangat rendah. Tak hanya itu, kepentingan pengusaha dalam melayani masyarakat jelang Lebaran dinilai tidak memikirkan dampak klaster yang bisa ditimbulkan nantinya.

Iman Hud mengakui jumlah pengunjung meningkat hingga terjadi desak-desakan tanpa menjaga jarak di sejumlah mal di Makassar, di antaranya Mal Panakukkang, Mal Ratu Indah dan Mal MTos selama dua hari terakhir ini.

"Itu laporannya sudah masuk soal Mal Panakukkang, mal lain juga sama. Di sinilah kesulitannya. Kami terus bekerja mengimbau dan menegur. Tapi kembali ke manajemen mal masih saja abai. Begitu prinsip dinamika ekonomi pasar, apalagi dikelola oleh kapitalis tentu keuntungan menjadi utama," jelasnya.

Selain itu, pusat perbelanjaan lainnya, kata Iman, seperti Pasar Butung, Pasar Sentral dan Pasar Senggol ramai pengunjung yang berbelanja pakaian Lebaran. Menurutnya hal ini wajar terjadi, tapi harus tetap dilakukan langkah-langkah antisipasi dan koordinasi bersama semua pihak terkait.

"Walaupun tim sudah bekerja maksimal, kalau tidak ada dukungan dari semua pihak, sama saja. Sebab ini tugas bukan hanya dilakukan Satgas Raika, tapi semuanya. Harus segera dilakukan rapat koordinasi dengan semua pihak," ujarnya.

Pelaksanaan Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Makassar, Andi Hadiah Iriani mengatakan terkait persoalan kerumunan menjadi kewenangan Satgas Raika yang dibantu dari pihak TNI-Polri. Sedangkan, untuk penanganan pasien Covid-19 menurutnya saat ini melandai.

"Itu sudah tugas Satgas Raika, kami di Dinkes tentu menangani pasien. Tapi, sejauh ini masih melandai," kata Plt Kadis Kesehatan Makassar.

Sementara, pihak kepolisian dari Polres Pelabuhan Makassar mengimbau kepada pengunjung Pasar Butung dan Pasar Sentral untuk tetap menerapkan protokol kesehatan saat berbelanja.

"Kalau ramai pasti kami ingatkan untuk menjaga prokes," kata Kasat Sabhara Polres Pelabuhan Makassar, Iptu Asfada.

(mir/pmg)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK