Pengunjung Mal Diprediksi Naik 15 Persen Jelang Lebaran

CNN Indonesia | Rabu, 21/04/2021 10:03 WIB
Pengelola pusat belanja memperkirakan kenaikan jumlah pengunjung jelang Lebaran. Salah satu upaya mengantisipasinya ada membuka sentra vaksinasi. Pengelola pusat belanja memperkirakan kenaikan jumlah pengunjung jelang Lebaran. Salah satu upaya mengantisipasinya ada membuka sentra vaksinasi. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Elise Dwi Ratnasari).
Jakarta, CNN Indonesia --

Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta memperkirakan pengunjung mal jelang lebaran naik berkisar 10-15 persen dari hari biasa.

"Jumlah pengunjung naik karena lebaran biasanya kebutuhan orang meningkat. Tapi jumlahnya enggak akan sebesar sebelum pandemi meskipun tahun ini orang-orang Jakarta enggak mudik," ujar Ketua APPBI DPD DKI Jakarta Ellen Hidayat kepada CNNIndonesia.com, Selasa (20/4).

Untuk mengantisipasi hal itu, Ellen mengungkapkan pengelola mal membuka sentra vaksinasi untuk para penyewa dan karyawan yang bekerja di mal.


Saat ini, ada 11 mal yang menggelar sentra vaksinasi ataskerja sama dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM serta Dinas Kesehatan DKI Jakarta

"Mudah-mudahan dengan vaksinasi ini orang merasa lebih aman ke mal mengisi liburan panjang," ucapnya.

Selain itu, lanjut Ellen, beberapa mal di Jakarta juga akan terus melanjutkan penerapan protokol kesehatan yang sudah berjalan selama ini. Menurutnya, tak perlu ada pengetatan sebab selain para tenant dan karyawan mal telah divaksin, jumlah pengunjung mal tak akan sampai membludak.

Stefanus Ridwan, Presiden Direktur PT Pakuwon Jati Tbk yang membawahi sembilan pusat perbelanjaan besar, mengatakan tak banyak yang harus dipersiapkan pengelola mal selain protokol kesehatan.

[Gambas:Video CNN]

Untuk menarik pengunjung, pertunjukan seperti live music juga tak bisa digelar jika menimbulkan kerumunan. "Kalau diskon sudah pasti ada karena setiap mau lebaran tenant pasti kasih harga khusus," tuturnya.

Tahun ini sendiri Stefanus memprediksi peningkatan jumlah pengunjung tak akan sebesar 2019 atau masa sebelum pandemi. Pasalnya kondisi daya beli masyarakat belum pulih sepenuhnya dan kekhawatiran akan penularan covid-19 belum sepenuhnya hilang.

"Kenaikannya sekitar 20-30 persen sudah bagus. Kalau hampir 100 persen tidak mungkin. Karena jelas kelas bawah dan kelas menengah masih banyak yang daya belinya belum pulih," tuturnya.

(hrf/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK