Satgas Tinjau Persiapan Pos Penyekatan GT Palimanan

BNPB, CNN Indonesia | Selasa, 04/05/2021 13:18 WIB
Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo meminta agar petugas jaga tidak membiarkan posko penyekatan kosong agar tidak ada kendaraan yang lolos pemeriksaan. Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo meminta agar petugas jaga tidak membiarkan posko penyekatan kosong agar tidak ada kendaraan yang lolos pemeriksaan. (Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo meninjau lokasi pos penyekatan di Gerbang Tol Palimanan pada Kamis (29/4).

Pos penyekatan itu didirikan sebagai implementasi dari larangan mudik Lebaran yang ditetapkan pemerintah baru-baru ini. Satgas Covid-19, TNI/Polri, Kementerian Perhubungan, serta berbagai instasi lain berkolaborasi mendukung larangan tersebut dengan mengadakan penyekatan di sejumlah ruas utama jalur mudik.

Secara khusus, penyekatan tersebar di wilayah yang sering dilalui oleh para pemudik. Dalam kesempatan itu, Doni meminta agar jangan sampai ada posko yang kosong. Petugas yang berjaga harus diatur agar tidak ada kendaraan yang lolos.


"Mohon diperhatikan sehingga posko penyekatan ini terus dijaga selama 24 jam," kata Doni.

Saat itu, juga dilakukan simulasi penyekatan yang dilaksanakan petugas gabungan dari Polresta Cirebon, Dishub, BPBD, dan lainnya. Petugas akan memberhentikan sejumlah kendaraan berpelat nomor dari luar Cirebon, lalu menanyakan daerah asal dan tujuan pengendara.

Bila ternyata pengendara tak memenuhi persyaratan mudik sesuai prosedur, pengendara akan dipastikan putar balik. Untuk diketahui, pada moda transportasi darat pengecualian larangan mudik diberikan kepada orang dalam perjalanan dinas dengan surat tugas bertanda tangan pimpinan perusahaan, warga dengan keperluan mendesak seperti kunjungan sakit, duka, atau melahirkan.

Selain itu, larangan juga tidak berlaku pada kendaraan pelayanan darurat seperti pemadam kebakaran, ambulans, dan mobil jenazah, juga yang mengangkut repatriasi pekerja imigran Indonesia, WNI, pelajar/mahasiswa yang berada di luar negeri, serta pemulangan orang dengan alasan khusus oleh pemerintah ke daerah asal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Bagi pengendara yang masuk dalam pengecualian, petugas akan memasang stiker yang menandai bahwa pengecekan sudah dilakukan. Doni menegaskan, pos penyekatan juga akan melakukan pengambilan sample swab secara acak kepada para pengendara.

(rea)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK