Tito Karnavian: Sulit Rasanya Kita Bisa Nol Kasus Covid-19

CNN Indonesia | Selasa, 04/05/2021 13:31 WIB
Mendagri Tito Karnavian pesimistis Indonesia bisa menekan penularan Covid-19 hingga nol kasus atau zero transmission. Tito berkaca pada kasus di banyak negara. Mendagri Tito Karnavian pesimistis Indonesia bisa menekan penularan Covid-19 hingga nol kasus atau zero transmission. Tito berkaca pada kasus di banyak negara. Foto: CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian pesimistis Indonesia bisa menekan penularan Covid-19 hingga nol kasus atau zero transmission.

Tito menyimpulkan hal itu dari pengalaman negara lain. Menurutnya, banyak negara yang mengklaim nol kasus Covid-19, namun warga negara mereka terbukti positif Covid-19 saat masuk Indonesia.

"Sulit rasanya kita bisa men-zero transmission, nol kasus. Bahkan, hampir tidak ada negara yang nol kasus," kata Tito dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional 2021 yang disiarkan kanal Youtube Bappenas RI, Selasa (4/5).


Meski begitu, Tito optimistis Indonesia bisa mengendalikan pandemi Covid-19. Dia meminta semua kepala daerah memastikan kurva penularan kasus di daerah masing-masing melandai.

Mantan Kapolri itu juga meminta kepala daerah memastikan angka kesembuhan terus naik. Dia ingin setiap daerah mencatat angka kesembuhan di atas rata-rata nasional, yaitu 91,3 persen.

Di saat yang sama, ia juga ingin angka kematian akibat Covid-19 terus menurun. Menurut Tito, saat ini tingkat kematian akibat Covid-19 di Indonesia mencapai 2,7 persen.

Tito pun berharap kepala daerah bisa menjaga tingkat keterisian rumah sakit (BOR). Dia menyebut saat ini rata-rata tingkat keterisian rumah sakit berada di angka 30 persen.

"Kalau kita belum bisa mengendalikan angka-angka ini, ekonomi akan sulit kita longgarkan, akan terjadi ledakan seperti di India," tuturnya.

Hingga Senin (3/5), Indonesia mencatat 1.677.274 kasus Covid-19. Sudah 45.796 orang meninggal dunia karena virus corona.

Salah satu perhatian pemerintah saat ini adalah potensi lonjakan kasus Covid-19 usai libur Lebaran Idulfitri. Guna mengantisipasi potensi itu, pemerintah menerapkan larangan mudik pada 6-17 Mei.

(dhf/gil)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK