ANALISIS

Alarm Lonjakan Covid-19 di Balik Kebijakan Lebaran Tak Jelas

CNN Indonesia | Selasa, 04/05/2021 10:50 WIB
Sulitnya mengendalikan mobilitas warga menjelang Lebaran tak lepas dari kebijakan pemerintah mengatasi Covid-19 setengah hati. Para pengunjung memadati Blok B Pusat Grosir Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, untuk berbelanja pakaian menjelang Lebaran, Minggu (2/5/2021). (Antara Foto/ADITYA PRADANA PUTRA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penyebaran virus corona di Indonesia menjelang Lebaran 2021 belum terkendali. Mobilitas masyarakat semakin tinggi. Angka penularan dan munculnya klaster-klaster baru Covid-19 pun diprediksi meningkat.

Belum lama ini, publik dikejutkan dengan munculnya klaster salat tarawih di Banyumas, Jawa Tengah. Belakangan, pasar dan pusat perbelanjaan di sejumlah daerah penuh sesak oleh pengunjung.

Kerumunan pembeli dan pedagang di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, menjadi perhatian publik. Para pengunjung tampak mengabaikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.


Di sisi lain, kebijakan larangan mudik sepertinya tak digubris oleh masyarakat. Warga berbondong-bondong pulang ke kampung halaman sebelum dilarang pada 6 Mei 2021.

Data dari PT Kereta Api Indonesia mencatat sekitar 11.000 penumpang telah meninggalkan Jakarta per Senin (3/5). Sementara itu, empat terminal yang dikelola Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) pun turut mencatat peningkatan penumpang sejak April 2021.

"Untuk April ini meningkat meningkat sebesar 62,7 persen dengan melayani penumpang sekitar 61 orang rata-rata per harinya," kata Kepala BPTJ Polana B Pramesti beberapa waktu lalu.

Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah menilai pemerintah sedang kebingungan mengendalikan mobilitas masyarakat jelang Lebaran.

Menurutnya, hal ini terlihat ketika pemerintah sejak awal tak memiliki prioritas kebijakan yang jelas menghadapi Ramadan dan Lebaran tahun ini. Apakah ingin menekan Covid-19 terlebih dulu, atau hanya sekadar mementingkan aspek ekonomi.

"Pemerintah sedang bingung buat atasi mobilitas itu. Karena dari awal kebijakannya tidak jelas prioritasnya. Apakah mau ditangani covidnya dulu, public health diprioritaskan, atau selamatkan ekonomi?" kata Trubus kepada CNNIndonesia.com, Senin (3/5).

"Ketika ekonomi morat-marit, ya sudah sektor-sektor yang jadi sektor perekonomian jalan, apalagi jelang Idulfitri di mana keuntungan berlipat," tambahnya.

People wearing protective face masks shopping in Tanah Abang textile market ahead of Eid al-Fitr festival amid the coronavirus (COVID-19) outbreak in Jakarta, Indonesia, May 3, 2021. REUTERS/Ajeng Dinar UlfianaKerumunan di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, berpeluang jadi klaster baru Covid-19. (REUTERS/AJENG DINAR ULFIANA)

Trubus menilai sulitnya mengendalikan mobilitas warga juga tak lepas dari kebijakan pemerintah mengatasi Covid-19 secara setengah hati dan tak konsisten. Hal itu pula yang membuat masyarakat menjadi tak peduli lagi dengan pelbagai prokes.

Terlebih lagi, kata dia, kebijakan Covid yang dibuat pemerintah selama ini sangat lemah dari sisi pengawasan dan penegakan hukum. Ia menyebut tak ada sanksi tegas untuk masyarakat yang berkerumun di tempat perbelanjaan, atau kepada masyarakat yang memilih mudik.

"Sudah tak perlu ada lagi yang perlu ditakuti. Jadi ini disebabkan karena pemerintah sendiri tak melakukan pengawasan ketat. Penegakan hukum juga enggak ada. Buat apa ikut aturan mudik? Pada akhirnya memberi celah kemudian orang bisa mudik. Buat apa enggak belanja? Orang mal dibuka," kata dia.

Euforia Vaksinasi

Terpisah, Epidemiolog dari Universitas Indonesia Hermawan Saputra menilai masifnya mobilitas warga jelang Lebaran juga tak lepas dari faktor euforia vaksinasi virus corona yang belakangan ini digalakkan oleh pemerintah.

Meski masih jauh dari target, data Satgas per Senin (3/5) menunjukkan warga yang telah divaksin tahap pertama lebih dari 12,5 juta orang.

"Ini seperti ada euforia vaksinasi di balik masifnya mobilitas warga. Ini sebetulnya alarm. Ini harus diwaspadai," kata Hermawan kepada CNNIndonesia.com.

Potensi Lonjakan Kasus Covid-19 Usai Lebaran

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK