Sejumlah maldi Jakarta dan sekitarnya ramai pengunjung menjelang Lebaran 2021, Senin (3/4). Mereka tampak mengabaikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
Metropolitan Mall Bekasi, salah satunya. Kepadatan terlihat sejak mobil mengantre masuk ke area parkir mal.
Beberapa lantai parkir sepeda motor yang disediakan pihak mal juga penuh. Motor pengunjung berderet rapat sepanjang area parkir dari lantai 1 hingga lantai 3 mal itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, di dalam mal suasana cukup ramai meskipun bukan akhir pekan. Rata-rata pengunjung datang bersama keluarga.
Mereka memadati toko-toko busana. Berpindah dari satu toko ke toko lain untuk berburu diskon Ramadan.
Salah satu pedagang di Mall Metropolitan berkata, suasana hari ini tak seberapa dibanding akhir pekan. Menurutnya, pengunjung bisa berjubel saat berbelanja di akhir pekan.
"Ya, ada pengunjungnya bergerombol," kata dia sembari menunjuk lorong di depan kios tempatnya bekerja.
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, hingga menjelang waktu berbuka, sejumlah pengunjung masih terus berdatangan.
Sejumlah tempat makan siap saji pun tampak ramai. Pengunjung terlihat membawa kantong-kantong hasil belanjaan untuk Lebaran.
Suasana serupa terjadi di Senayan Park, Jakarta Pusat, beberapa hari yang lalu.
Pada Sabtu (1/5), ribuan orang mencoba masuk ke Jakcloth di parkiran Senayan Park.
Manajer komunikasi Senayan Park, Mohammad Ardi Rukmawan menyebut ada sekitar 3.000 orang yang datang saat itu. Padahal, kapasitas untuk masuk JakCloth sendiri hanya 500 orang.
"Mereka sistemnya tiket online. Nah, ketika kita tiket online sudah penuh, offline tidak bisa masuk lagi. Mungkin yang terlihat kerumunan di tiket offline tidak bisa masuk, akhirnya kita bubarkan," ucap Ardi kepada CNNIndonesia.com, Senin (3/5).
Foto ilustrasi keramaian di pusat perbelanjaan. (REUTERS/AJENG DINAR ULFIANA)
Akibat kejadian itu, Pemprov DKI menegur JakCloth dan Senayan Park karena membuat kerumunan. Hari ini, JakCloth ditutup sejak 13.30 WIB.
Ardi mengaku belum tahu kapan festival busana itu kembali digelar. Menurutnya, pihak penyelenggara JakCloth masih menunggu keputusan Pemprov DKI usai kerumunan dua hari lalu.
"Ya kemungkinan dibuka lagi dengan strategi yang berbeda. Kita tingkatkan lagi protokol kesehatan," ujarnya.
Pascapenutupan itu, Senayan Park mengalami penurunan pengunjung pada Senin.
Suasana sepi di Senayan Park sudah terlihat dari luar mal. Hanya ada petugas keamanan dan beberapa orang berlalu-lalang.
Saat masuk ke mal, tidak ada perbedaan yang menonjol. Beberapa pedagang menjajakan bajunya di lantai dasar, nyaris tak ada pembeli.
Hanya ada satu perempuan berusia paruh baya sedang melihat-lihat dan memegang baju yang dijajakan. Sementara itu, para remaja datang untuk berkumpul-kumpul.
Dua lantai di atasnya pun tak jauh beda. Bahkan lebih sepi lagi. Begitu pula di area gelaran JakCloth.
Toko pakaian jadi tempat yang paling banyak menarik pengunjung. Pada sore hari, sebagian perempuan pengunjung terlihat memilah busana untuk keluarga mereka.
Salah satu penjual baju di ITC Kuningan, Mega, bercerita suasana saat ini terbilang sepi. Dia menyebut ITC Kuningan dipadati pengunjung pada akhir pekan.
"Kalau hari biasa, apalagi Senin, ya sepi. Kalau weekend lumayan lah," kata dia kepada CNNIndonesia.com, Senin (3/5).
Keramaian pengunjung di pusat perbelanjaan juga tampak di Tangerang. Para pengunjung membeludak di Tangcity Mall pada Minggu (2/5).
Para pengunjung tak bisa menjaga jarak karena penuh sesak. Bahkan sejumlah pembeli dan penjual tak mengenakan masker sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Hampir tidak ada ruang gerak bagi para pengunjung mal.
Satuan Tugas Penanganan Covid-19 telah mewanti-wanti para kepala daerah di Indonesia untuk memperketat pengawasan serta mengantisipasi kerumunan yang terjadi di pusat perbelanjaan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan pihaknya tidak ingin kerumunan yang terjadi di mal menyebabkan klaster penularan virus corona baru di musim Ramadan hingga Idulfitri nanti.
Doni menyebut saat ini Indonesia tengah dihadapkan lima klaster anyar, yakni klaster salat tarawih berjamaah, mudik, buka puasa bersama, takziah dan aktivitas perkantoran.
"Mulai ramainya pusat-pusat perbelanjaan di sejumlah kota-kota besar, tolong ini nanti diantisipasi. Jangan sampai ini nanti akan menjadi klaster baru. Karena kita lihat terutama di DKI, pusat perbelanjaan penuh," kata Doni dalam acara daring yang disiarkan lewat Kanal Youtube Pusdalops BNPB, Minggu (2/5).
Jakarta, CNN Indonesia --
Sejumlah maldi Jakarta dan sekitarnya ramai pengunjung menjelang Lebaran 2021, Senin (3/4). Mereka tampak mengabaikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
Metropolitan Mall Bekasi, salah satunya. Kepadatan terlihat sejak mobil mengantre masuk ke area parkir mal.
Beberapa lantai parkir sepeda motor yang disediakan pihak mal juga penuh. Motor pengunjung berderet rapat sepanjang area parkir dari lantai 1 hingga lantai 3 mal itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, di dalam mal suasana cukup ramai meskipun bukan akhir pekan. Rata-rata pengunjung datang bersama keluarga.
Mereka memadati toko-toko busana. Berpindah dari satu toko ke toko lain untuk berburu diskon Ramadan.
Salah satu pedagang di Mall Metropolitan berkata, suasana hari ini tak seberapa dibanding akhir pekan. Menurutnya, pengunjung bisa berjubel saat berbelanja di akhir pekan.
"Ya, ada pengunjungnya bergerombol," kata dia sembari menunjuk lorong di depan kios tempatnya bekerja.
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, hingga menjelang waktu berbuka, sejumlah pengunjung masih terus berdatangan.
Sejumlah tempat makan siap saji pun tampak ramai. Pengunjung terlihat membawa kantong-kantong hasil belanjaan untuk Lebaran.
Suasana serupa terjadi di Senayan Park, Jakarta Pusat, beberapa hari yang lalu.
Pada Sabtu (1/5), ribuan orang mencoba masuk ke Jakcloth di parkiran Senayan Park.
Manajer komunikasi Senayan Park, Mohammad Ardi Rukmawan menyebut ada sekitar 3.000 orang yang datang saat itu. Padahal, kapasitas untuk masuk JakCloth sendiri hanya 500 orang.
"Mereka sistemnya tiket online. Nah, ketika kita tiket online sudah penuh, offline tidak bisa masuk lagi. Mungkin yang terlihat kerumunan di tiket offline tidak bisa masuk, akhirnya kita bubarkan," ucap Ardi kepada CNNIndonesia.com, Senin (3/5).
Foto ilustrasi keramaian di pusat perbelanjaan. (REUTERS/AJENG DINAR ULFIANA)
Akibat kejadian itu, Pemprov DKI menegur JakCloth dan Senayan Park karena membuat kerumunan. Hari ini, JakCloth ditutup sejak 13.30 WIB.
Ardi mengaku belum tahu kapan festival busana itu kembali digelar. Menurutnya, pihak penyelenggara JakCloth masih menunggu keputusan Pemprov DKI usai kerumunan dua hari lalu.
"Ya kemungkinan dibuka lagi dengan strategi yang berbeda. Kita tingkatkan lagi protokol kesehatan," ujarnya.
Pascapenutupan itu, Senayan Park mengalami penurunan pengunjung pada Senin.
Suasana sepi di Senayan Park sudah terlihat dari luar mal. Hanya ada petugas keamanan dan beberapa orang berlalu-lalang.
Saat masuk ke mal, tidak ada perbedaan yang menonjol. Beberapa pedagang menjajakan bajunya di lantai dasar, nyaris tak ada pembeli.
Hanya ada satu perempuan berusia paruh baya sedang melihat-lihat dan memegang baju yang dijajakan. Sementara itu, para remaja datang untuk berkumpul-kumpul.
Dua lantai di atasnya pun tak jauh beda. Bahkan lebih sepi lagi. Begitu pula di area gelaran JakCloth.
Toko pakaian jadi tempat yang paling banyak menarik pengunjung. Pada sore hari, sebagian perempuan pengunjung terlihat memilah busana untuk keluarga mereka.
Salah satu penjual baju di ITC Kuningan, Mega, bercerita suasana saat ini terbilang sepi. Dia menyebut ITC Kuningan dipadati pengunjung pada akhir pekan.
"Kalau hari biasa, apalagi Senin, ya sepi. Kalau weekend lumayan lah," kata dia kepada CNNIndonesia.com, Senin (3/5).
Keramaian pengunjung di pusat perbelanjaan juga tampak di Tangerang. Para pengunjung membeludak di Tangcity Mall pada Minggu (2/5).
Para pengunjung tak bisa menjaga jarak karena penuh sesak. Bahkan sejumlah pembeli dan penjual tak mengenakan masker sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Hampir tidak ada ruang gerak bagi para pengunjung mal.
Satuan Tugas Penanganan Covid-19 telah mewanti-wanti para kepala daerah di Indonesia untuk memperketat pengawasan serta mengantisipasi kerumunan yang terjadi di pusat perbelanjaan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan pihaknya tidak ingin kerumunan yang terjadi di mal menyebabkan klaster penularan virus corona baru di musim Ramadan hingga Idulfitri nanti.
Doni menyebut saat ini Indonesia tengah dihadapkan lima klaster anyar, yakni klaster salat tarawih berjamaah, mudik, buka puasa bersama, takziah dan aktivitas perkantoran.
"Mulai ramainya pusat-pusat perbelanjaan di sejumlah kota-kota besar, tolong ini nanti diantisipasi. Jangan sampai ini nanti akan menjadi klaster baru. Karena kita lihat terutama di DKI, pusat perbelanjaan penuh," kata Doni dalam acara daring yang disiarkan lewat Kanal Youtube Pusdalops BNPB, Minggu (2/5).