Ramai Pengunjung Mal Jelang Lebaran Abai Protokol Kesehatan

CNN Indonesia | Selasa, 04/05/2021 10:28 WIB
Pengunjung mal di Jakarta dan sekitarnya membeludak menjelang Lebaran. Mereka tampak mengabaikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Foto ilustrasi kerumunan pengunjung menjelang Lebaran. (REUTERS/AJENG DINAR ULFIANA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah mal di Jakarta dan sekitarnya ramai pengunjung menjelang Lebaran 2021, Senin (3/4). Mereka tampak mengabaikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Metropolitan Mall Bekasi, salah satunya. Kepadatan terlihat sejak mobil mengantre masuk ke area parkir mal.

Beberapa lantai parkir sepeda motor yang disediakan pihak mal juga penuh. Motor pengunjung berderet rapat sepanjang area parkir dari lantai 1 hingga lantai 3 mal itu.


Sementara itu, di dalam mal suasana cukup ramai meskipun bukan akhir pekan. Rata-rata pengunjung datang bersama keluarga.

Mereka memadati toko-toko busana. Berpindah dari satu toko ke toko lain untuk berburu diskon Ramadan.

Salah satu pedagang di Mall Metropolitan berkata, suasana hari ini tak seberapa dibanding akhir pekan. Menurutnya, pengunjung bisa berjubel saat berbelanja di akhir pekan.

"Ya, ada pengunjungnya bergerombol," kata dia sembari menunjuk lorong di depan kios tempatnya bekerja.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, hingga menjelang waktu berbuka, sejumlah pengunjung masih terus berdatangan.

Sejumlah tempat makan siap saji pun tampak ramai. Pengunjung terlihat membawa kantong-kantong hasil belanjaan untuk Lebaran.

Suasana serupa terjadi di Senayan Park, Jakarta Pusat, beberapa hari yang lalu.

Pada Sabtu (1/5), ribuan orang mencoba masuk ke Jakcloth di parkiran Senayan Park.

Manajer komunikasi Senayan Park, Mohammad Ardi Rukmawan menyebut ada sekitar 3.000 orang yang datang saat itu. Padahal, kapasitas untuk masuk JakCloth sendiri hanya 500 orang.

"Mereka sistemnya tiket online. Nah, ketika kita tiket online sudah penuh, offline tidak bisa masuk lagi. Mungkin yang terlihat kerumunan di tiket offline tidak bisa masuk, akhirnya kita bubarkan," ucap Ardi kepada CNNIndonesia.com, Senin (3/5).

People wearing protective face masks shopping in Tanah Abang textile market ahead of Eid al-Fitr festival amid the coronavirus (COVID-19) outbreak in Jakarta, Indonesia, May 3, 2021. REUTERS/Ajeng Dinar UlfianaFoto ilustrasi keramaian di pusat perbelanjaan. (REUTERS/AJENG DINAR ULFIANA)

Akibat kejadian itu, Pemprov DKI menegur JakCloth dan Senayan Park karena membuat kerumunan. Hari ini, JakCloth ditutup sejak 13.30 WIB.

Ardi mengaku belum tahu kapan festival busana itu kembali digelar. Menurutnya, pihak penyelenggara JakCloth masih menunggu keputusan Pemprov DKI usai kerumunan dua hari lalu.

"Ya kemungkinan dibuka lagi dengan strategi yang berbeda. Kita tingkatkan lagi protokol kesehatan," ujarnya.

Pascapenutupan itu, Senayan Park mengalami penurunan pengunjung pada Senin.

Suasana sepi di Senayan Park sudah terlihat dari luar mal. Hanya ada petugas keamanan dan beberapa orang berlalu-lalang.

Saat masuk ke mal, tidak ada perbedaan yang menonjol. Beberapa pedagang menjajakan bajunya di lantai dasar, nyaris tak ada pembeli.

Hanya ada satu perempuan berusia paruh baya sedang melihat-lihat dan memegang baju yang dijajakan. Sementara itu, para remaja datang untuk berkumpul-kumpul.

Dua lantai di atasnya pun tak jauh beda. Bahkan lebih sepi lagi. Begitu pula di area gelaran JakCloth.

Keramaian di Akhir Pekan

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK