PBNU soal DKM Masjid Bekasi Minta Salat Tanpa Masker: Takabur

CNN Indonesia | Rabu, 05/05/2021 02:12 WIB
PBNU menyebut salat dengan memakai masker sopan dan sah, tak memakainya saat beribadah di masjid merupakan kesombongan. Masjid Al Amanah, Medan Satria, Kota Bekasi. Pengurusnya sempat mengusir jemaah yang salat mengenakan masker. (Foto: CNN Indonesia/ Syakirun Niam)
Jakarta, CNN Indonesia --

Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masdar Farid Mas'udi menepis anggapan bahwa menggunakan masker saat salat tidak sopan kepada Allah.

Sebaliknya, kata dia, sengaja tidak mengenakan masker saat di masjid umum justru merupakan perbuatan menantang musibah.

"Kalau kita sengaja tidak pakai masker itu namanya menantang musibah. Sombong namanya. Sombong atau takabbur itu haram, dosa besar," tuturnya, Selasa (4/5).


Senada, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU Helmy Faishal Zaini mengatakan penggunaan masker bukan sesuatu yang membatalkan salat.

Bahkan, kata Helmy, aturan dua masjid yang dianggap suci oleh umat Islam, yakni Masjidil Haram di Kota Mekkah dan Masjid Nabawi di Kota Madinah mewajibkan jemaah yang melaksanakan salat menggunakan masker.

"Penggunaan masker bukanlah sesuatu yang membatalkan salat atau membatalkan peribadatan," kata Helmy dalam sebuah video yang ia kirimkan ke CNNIndonesia.com, Selasa (4/5).

Ia pun menyayangkan tindakan pengusiran terhadap jemaah yang sedang melakukan ibadah di Masjid Al Amanah, Harapan Indah, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi. Pengusiran ini dilakukan oleh sejumlah pemuda.

Menurut Helmy, yang berbahaya justru tindakan yang mengatasnamakan agama namun justru merusak agama.

Ia lantas mencontohkan penggunaan ayat Al Quran yang berbunyi 'wa man dakholahuu kaana aaminaa', yang berarti barang siapa yang memasuki baitullah atau masjid maka akan dijaga keamanannya.

Menurut Helmy, ayat tersebut memang benar. Namun, penggunaan ayat tersebut sebagai dalil dalam melarang jemaah bermasker keliru.

"Ayat ini benar tetapi kita tidak kemudian meletakkannya secara keliru dalam keadaan pandemi," tuturnya.

Penggunaan masker dan pelaksanaan protokol kesehatan lainnya, kata Helmy, merupakan wujud dari hifdzun nafs atau menjaga keselamatan jiwa.

Hifdzun nafs sendiri merupakan salah satu 'illat atau alasan ditetapkannya suatu hukum dalam filsafat hukum Islam.

"Menjaga keselamatan jiwa yang ini juga dianjurkaan dalam agama," jelasnya.

Sebelumnya, seorang ustadz yang diketahui sebagai pengurus masjid dan dua pemuda di masjid Al Amanah mengusir seorang pria yang salat menggunakan masker pada Selasa (27/4) lalu.

Persoalan itu lantas menjadi sorotan publik setelah rekaman pengusiran itu tersebar di media sosial.

Infografis Jenis Masker Mana yang Lebih Efektif untuk Cegah Corona?Infografis Jenis Masker Mana yang Lebih Efektif untuk Cegah Corona? (Foto: CNN Indonesia/Fajrian)

Putra pengurus masjid yang mengusir jemaah tersebut Alfa Rahman mengatakan persoalan tersebut telah diselesaikam secara kekeluargaan. Kedua pihak dimediasi oleh Polsek Medan Satria.

Alfa menjelaskan alasan aturan melepas masker di masjidnya saat mendirikan salat. Menurutnya, hal itu berkaitan dengan adab atau sopan santun kepada Tuhan.

Penggunaan masker, kata Alfa, menunjukkan bentuk keraguan bahwa Tuhan akan menjaga umatnya dari keburukan, termasuk penularan virus Corona. Aturan ini telah diberlakukan sejak pandemi melanda tanah air tahun lalu.

"Masa Allah bakalan inian, ngasih yang buruk-buruk. Kan nggak mungkin. Itu kan prasangka buruk sama Allah, Allah yang melindungi kita. Allah semua yang ngatur," kata Alfa.

(iam/arh)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK