RK Tetapkan Siaga 1: Tikus Pun Tak Bisa Mudik ke Jabar

CNN Indonesia | Rabu, 05/05/2021 16:46 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyebut telah membentuk 158 titik penyekatan di seantero Jabar, termasuk di jalan tikus untuk mencegat warga yang nekat mudik. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Foto: Muchlis - Biro Pers)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menegaskan pihaknya rampung mempersiapkan strategi guna mencegah aktivitas mudik di tengah larangan mudik yang berlangsung selama periode 6-17 Mei 2021.

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu bahkan berkelakar tikus pun tak bisa memasuki wilayah Jawa Barat. Sebab ia mengaku telah menginstruksikan kapolsek dan petugas keamanan lainnya untuk berjaga di jalur tikus.

Selain itu, Pemprov Jabar juga melakukan pencegahan lain mulai dari razia, memperbanyak jumlah personel, dan penyekatan di jalur perbatasan.


"Kami siaga I di 158 titik penyekatan, termasuk istilahnya jalan-jalan tikus juga kita sekat oleh polsek. Sehingga tikus pun mungkin tidak bisa mudik kira kira di Jawa Barat," kata Emil dalam acara daring yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, Rabu (5/5).

Emil mengatakan upaya itu dilakukan sebab terpantau rata-rata enam juta orang melakukan mobilitas di Jawa Barat pada musim mudik lebaran idulfitri. Untuk itu, ia menegaskan bahwa narasi mudik yang disampaikan pemerintah provinsi Jawa Barat adalah selaras dengan narasi pemerintah pusat.

Dalam hal ini, pemerintah pusat menegaskan bahwa segala jenis mudik, baik lokal maupun mudik perjalanan antarprovinsi, dilarang selama periode 6-17 Mei mendatang.

Tak hanya itu, melalui Addendum Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021, pemerintah memutuskan memberlakukan pengetatan mudik di masa sebelum dan sesudah larangan yakni 22 April sampai 5 Mei 2021 dan 18 Mei sampai 24 Mei 2021.

"Jabar narasinya sama dengan pemerintah pusat, bahwa dilarang mudik. Bahkan istilah mudik lokal saya sampaikan itu tidak diperkenankan, jadi aglomerasi yang disebut lokal itu hanya untuk pergerakan esensial, tapi tidak dalam konteks mudik," jelasnya.

Lebih lanjut, Emil juga meminta agar pengecekan terhadap orang asing dilakukan dalam upaya penghalauan mudik ini. Menurutnya, orang asing yang keluar masuk ke daerah Jawa Barat berpotensi membawa mutasi virus.

Selain itu, ia menambahkan bahwa penjagaan di jalan tikus ini prosedurnya sama. Petugas akan melakukan razia dan memberhentikan pengguna kendaraan lalu melakukan interogasi. Jika ketahuan, petugas akan memaksa mereka untuk putar balik.

"Intinya tegas tapi persuasif, tegas tapi humanis. Sambil kita siapkan secara teknis pengetesan razia dengan tes antigen di rest area," pungkasnya.

(khr/wis)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK