Bukan Aglomerasi, Mudik Serang-Pandeglang Diizinkan Gubernur

CNN Indonesia | Kamis, 06/05/2021 00:36 WIB
Gubernur Banten membolehkan kegiatan mudik lokal, meski tak ada di wilayah itu yang masuk wilayah aglomerasi boleh mudik dalam Permenhub 13/2021. Gubernur Banten Wahidin Halim membolehkan mudik di daerah non-aglomerasi. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Serang, CNN Indonesia --

Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) mengizinkan warga Serang, Cilegon, Lebak, dan Pandeglang untuk melakukan kegiatan mudik lokal pada perayaan lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah.

Izin itu ia berikan meskipun wilayah-wilayah tersebut tak termasuk dalam aglomerasi yang diperbolehkan mudik sesuai Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri 1442 Hijriah dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19, 

WH menerangkan masyarakat Kota Serang bisa mudik ke Kota Cilegon. Begitupun warta Kabupatek Lebak, bisa bepergian maupun wisata ke Pandeglang.


"Jadi Serang, Cilegon, Lebak, Pandeglang itu boleh. Muter-muter boleh, Serang ke Cilegon, balik lagi, boleh," ujar WH di kantor Gubernur Banten, Serang, Rabu (5/5).

Sebab terbatas dalam aglomerasi, WH juga melarang kepala daerah hingga pejabat di Banten menggelar open house maupun buka puasa bersama.

"Enggak boleh halalbihalal, enggak boleh bukber. Karena di sekat, ya saya (salat Ied) di rumah aja lah," ujar politikus Demokrat tersebut.

Selain itu untuk wilayah Banten yang masuk aglomerasi Jabodetabek yakni Tangerang Raya, kata dia, dilarang bepergian ke wilayah Banten yang lain termasuk Serang Raya.

"Aglomerasi Tangerang Raya masuk ke Jabodetabek, jadi orang Jakarta bisa sampai ke Tangerang, orang Tangerang tidak bisa ke Serang, Cilegon, Lebak, Pandeglang," kata WH.

Sebagai informasi, pemerintah pusat telah mengeluarkan Permenhub Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idulfitri 1442 Hijriah dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Aturan itu menyatakan, warga tetap bisa melakukan perjalanan apabila daerah tujuan masih termasuk dalam daftar wilayah aglomerasi atau daerah penyangga suatu kota atau kabupaten.

Aglomerasi merupakan kota atau kabupaten yang telah diperpanjang, terdiri dari pusat kota yang padat (umumnya kotamadya) dan kabupaten yang terhubung oleh daerah perkotaan yang berkesinambungan.

Selain geografis, aglomerasi terhubung dalam satu kawasan pertumbuhan strategis. Contohnya seperti Jabodetabek, atau Bandung Raya yang meliputi Kota dan Kabupaten Bandung serta Kota Cimahi.

Jika merujuk ketentuan dalam Permenhub, ada delapan wilayah yang diperbolehkan mudik lokal:

1. Medan Raya: Medan, Binjai, Deli Serdang, Karo

2. Jabodetabek: Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi

3. Bandung Raya: Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat

4. Semarang Raya: Semarang, Kendal, Demak, Ungaran, Purwodadi

5. Yogyakarta Raya: Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulon Progo, Gunung Kidul

6. Solo Raya: Kota Solo, Sukoharjo, Boyolali, Klaten, Wonogiri, Karanganyar, Sragen

7. Surabaya Raya: Surabaya, Gresik, Lamongan, Bangkalan, Mojokerto, Sidoarjo

8. Makassar Raya: Makassar, Takalar, Maros, Sungguminasa.

(ynd/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK