Bobby Minta Edy Bantu Distribusi Pasien Covid ke Daerah Asal

CNN Indonesia | Jumat, 07/05/2021 03:14 WIB
Wali Kota Medan Bobby Nasution meminta Gubernur Edy Rahmayadi membantu distribusi penanganan pasien Covid-19 agar tak hanya dipusatkan di daerahnya. Ilustrasi penanganan Covid-19. (Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Medan, CNN Indonesia --

Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution mengatakan peningkatan kasus Covid-19 di wilayahnya tak lepas dari banyaknya pasien dari luar daerah. Ia pun meminta bantuan untuk mendistribusikan penanganan ke daerah asal pasien.

"Data board kita memang meningkat Covid-19. Tapi memang kalau hari ini kita lihat board-nya meningkat dan peningkatan itu juga ada kebanyakan dari luar Kota Medan," kata dia, Kamis (6/5).

Suami dari Kahiyang Ayu tersebut mengakui ada beberapa rumah sakit di Medan yang saat ini sudah kewalahan menampung pasien Covid-19. Namun Bobby menegaskan tidak melarang pasien dari luar Kota Medan untuk dirawat di rumah sakit Medan.


"Tapi memang kita ini ibu kota, kita tak boleh juga melarang dari kabupaten kota sekitar Kota Medan masuk. Ada beberapa rumah sakit yang hampir penuh lah ya," aku dia.

Menurut Bobby, pihaknya juga telah meminta agar Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi agar bisa memfasilitasi Pemko Medan agar pasien dari luar Kota Medan dirawat di daerah asalnya. Ini dilakukan agar tidak terjadi penumpukan pasien Covid-19 di rumah sakit yang ada di Medan.

"Kira-kira potensi mana saja yang membuat board kami meningkat terus, mana kira-kira pasien yang bisa ditaruh di rumah sakit daerahnya masing-masing," ujar dia.

"Kami mohon kemarin kepada Pak Gubernur untuk kira-kira bisa mendistribusikan atau fasilitasi kami [agar] bisa kembali lah pasien-pasien yang di daerah. Jangan ditumpuk ke Medan semua, nanti rumah sakit yang ada di Medan penuh, resah nanti gitu," lanjut Bobby.

Diketahui, Medan menjadi penyumbang kasus Covid-19 terbanyak di Sumut. Per tanggal 5 Mei 2021, jumlah kasus Covid-19 di Kota Medan secara kumulatif mencapai 15.542 orang, pasien sembuh sebanyak 14.268, dan meninggal ada 470 orang.

(fnr/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK